Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia baru saja mengumumkan langkah tegas dalam upaya perlindungan anak di ruang digital. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa platform media sosial raksasa, TikTok dan YouTube, telah melakukan pembersihan besar-besaran terhadap jutaan akun yang teridentifikasi milik anak-anak di bawah umur.
Secara rinci, data yang dipaparkan menunjukkan bahwa TikTok memimpin langkah ini dengan menonaktifkan sekitar 4,1 juta akun yang tidak memenuhi standar usia minimum pengguna. Sementara itu, platform berbagi video YouTube juga mengambil tindakan serupa dengan menghapus kurang lebih 600.000 akun yang terindikasi dimiliki oleh anak-anak.
Langkah penertiban ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah bersama dengan penyedia platform digital untuk menciptakan ekosistem internet yang lebih aman bagi generasi muda. Keberadaan anak di bawah umur pada platform media sosial yang tidak ramah anak sering kali berisiko pada paparan konten berbahaya, perundungan siber, hingga eksploitasi data pribadi.
Meutya Hafid menekankan bahwa pengawasan terhadap kepatuhan usia pengguna adalah tanggung jawab bersama antara regulator dan perusahaan teknologi. Penghapusan jutaan akun ini menjadi bukti bahwa sistem moderasi konten dan verifikasi usia saat ini tengah diperketat guna menekan angka akses anak terhadap konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Selain penghapusan akun, pemerintah juga terus mendorong edukasi literasi digital bagi orang tua agar lebih proaktif dalam mendampingi anak saat berselancar di dunia maya. Penggunaan fitur pengawasan orang tua (parental control) menjadi salah satu solusi yang disarankan agar anak tetap terlindungi dari dampak negatif platform media sosial yang tidak terawasi.
Ke depannya, Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap platform digital lainnya yang beroperasi di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi industri teknologi dalam mengutamakan keamanan pengguna di bawah umur dibandingkan dengan sekadar mengejar pertumbuhan jumlah pengguna aktif harian.