Masyarakat Malaysia tengah menikmati fenomena langka yang dijuluki sebagai 'tsunami durian'. Sejak Rabu (24/6), berbagai kedai buah di penjuru Kuala Lumpur dipadati pembeli yang antusias memanfaatkan penurunan harga drastis pada buah yang dikenal dengan aroma menyengat namun memiliki harga jual tinggi tersebut. Fenomena ini dipicu oleh panen raya yang melimpah serta meluapnya pasokan durian yang sebelumnya ditujukan untuk pasar ekspor.
Para penikmat durian memadati pusat kuliner dan tenda-tenda di pinggir jalan untuk memburu varietas premium yang harganya kini merosot hingga 90 persen. Malaysia, sebagai produsen durian dengan total produksi mencapai 550.000 ton per tahun, saat ini memang tengah memasuki puncak musim panen. Kondisi ini menciptakan surplus yang signifikan di pasar domestik, memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati buah kelas atas dengan harga yang sangat terjangkau.
Salah satu varietas yang paling terdampak adalah Musang King, durian primadona yang biasanya dibanderol dengan harga premium. Laporan menunjukkan bahwa harga Musang King jatuh dari kisaran 90 ringgit menjadi hanya sembilan ringgit per kilogram. Selain Musang King, varietas populer lainnya seperti Black Thorn juga mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, menjadikannya lebih mudah diakses oleh masyarakat umum.
Faisal Iswardi Ismail, Wakil Direktur Otoritas Pemasaran Pertanian Federal Malaysia (FAMA), mengonfirmasi bahwa fenomena 'tsunami Musang King' ini memang sesuai dengan prediksi industri. Pihak otoritas berharap agar harga pasar dapat kembali stabil dalam beberapa minggu mendatang. Meskipun konsumen merasa diuntungkan, pihak otoritas tetap memantau situasi agar keseimbangan pasar tetap terjaga di tengah lonjakan pasokan yang tak terduga ini.
Di lapangan, para pedagang merasakan dampak ganda dari fenomena ini. Di satu sisi, volume penjualan meningkat pesat, namun di sisi lain, margin keuntungan yang diperoleh menjadi sangat tipis. Cheah Kim Wai, manajer toko DurianMan di Petaling Jaya, menyatakan bahwa tahun ini durian berada pada harga termurah yang pernah ia temui. Meskipun profitabilitas menurun, para pedagang tetap menjalankan bisnis mereka untuk memastikan pasokan durian yang melimpah dapat terserap oleh pasar.
Fenomena ini mengubah persepsi masyarakat Malaysia terhadap durian premium. Jika sebelumnya durian jenis Musang King atau Black Thorn dianggap sebagai kemewahan, kini buah-buah tersebut dijual dengan harga yang setara dengan durian kampung tradisional. Di beberapa titik, paket ekonomis seperti satu keranjang berisi tujuh buah durian dijual hanya seharga 100 ringgit, menjadikannya komoditas yang kini dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.