Teknologi

Unit Chip Kuaishou Peroleh Pendanaan Baru di Tengah Pembatasan Ekspor AS

Unit Chip Kuaishou Peroleh Pendanaan Baru di Tengah Pembatasan Ekspor AS

Ringkasan

  • Perusahaan video pendek Kuaishou mendapatkan pendanaan untuk unit chip TranStreams di tengah upaya Tiongkok mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Perusahaan raksasa internet asal Tiongkok kini semakin gencar beralih dari sekadar pengembangan perangkat lunak menuju desain semikonduktor mandiri. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk mengamankan kendali atas infrastruktur komputasi di tengah lonjakan beban kerja kecerdasan buatan (AI) serta tantangan geopolitik yang membatasi akses terhadap teknologi canggih dari luar negeri.

Kuaishou, platform video pendek terkemuka, menjadi pemain terbaru yang memperkuat posisi di sektor ini. Unit bisnis semikonduktor mereka, TranStreams, baru saja mengumumkan keberhasilan dalam meraih pendanaan Seri A+ dengan nilai yang tidak disebutkan. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh QF Capital, sebagaimana dilaporkan oleh platform basis data startup lokal, ITJuzi.com.

Selain QF Capital, partisipasi dalam putaran pendanaan ini juga datang dari berbagai pihak strategis, termasuk kendaraan investasi yang didukung negara di bawah Beijing Science and Technology Innovation Fund. Selain itu, lengan modal ventura Baidu serta penyedia teknologi pembayaran digital asal Shenzhen, XGD, turut ambil bagian dalam mendukung pengembangan teknologi chip ini.

TranStreams sendiri merupakan entitas yang lahir dari unit komputasi heterogen dan chip yang didirikan Kuaishou pada tahun 2018. Setelah resmi menjadi perusahaan mandiri pada Maret 2024, fokus utama mereka adalah mempercepat pengembangan system-on-chip (SoC) model SL200 yang dirancang khusus untuk pemrosesan video dan inferensi AI.

Kepercayaan investor terhadap TranStreams mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi Tiongkok. Perusahaan besar lainnya seperti ByteDance, Baidu, dan Alibaba Group Holding juga telah melakukan langkah serupa untuk menekan biaya komputasi jangka panjang serta mengurangi ketergantungan pada pemasok pihak ketiga melalui pengembangan semikonduktor milik sendiri.

Meskipun pihak Kuaishou dan TranStreams belum memberikan tanggapan resmi terkait rincian pendanaan ini, pasar menilai bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk membangun ekosistem teknologi yang tangguh. Selain chip, Kuaishou juga dilaporkan berencana untuk memisahkan unit pengembangan AI video generatif mereka, Kling, untuk mempercepat inovasi di sektor tersebut.

Mengapa Ini Penting

Langkah Kuaishou menunjukkan urgensi kemandirian teknologi bagi perusahaan raksasa internet di tengah perang dagang global. Bagi industri teknologi di Indonesia, tren ini memberikan wawasan bahwa pengembangan infrastruktur komputasi mandiri menjadi krusial untuk menjaga efisiensi biaya dan keberlangsungan operasional di masa depan.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit