Otoritas antikorupsi Hong Kong bersama kepolisian setempat telah melakukan operasi gabungan berskala besar yang berhasil mengamankan 19 individu. Penangkapan ini menyasar jaringan sindikat yang melibatkan pemain sepak bola aktif serta pelatih, atas dugaan keterlibatan dalam praktik perjudian ilegal dan pengaturan skor pertandingan.
Investigasi ini mengungkapkan bahwa sindikat tersebut dijalankan oleh oknum-oknum yang berada di dalam ekosistem sepak bola lokal. Bill Ng Siu-kei, penyelidik utama dari Independent Commission Against Corruption (ICAC), menyatakan bahwa sindikat ini setidaknya telah menyusup ke dalam lima klub sepak bola profesional di wilayah tersebut untuk melancarkan aksinya.
Modus operandi yang digunakan oleh para pelaku cukup sistematis. Mereka memanfaatkan jaringan para pemain untuk menerima taruhan ilegal sekaligus melakukan manipulasi hasil pertandingan demi meraup keuntungan pribadi. Praktik korupsi ini diduga telah merusak integritas kompetisi sepak bola lokal secara signifikan.
Operasi penangkapan yang dimulai pada hari Selasa tersebut menghasilkan rincian kasus yang cukup mencengangkan. Sebanyak sembilan tersangka ditahan atas tuduhan pengaturan skor, 11 orang terkait perjudian ilegal, dan seorang pemain berusia 24 tahun yang didakwa melakukan kedua pelanggaran tersebut secara sekaligus.
Dalam penyelidikannya, pihak berwenang menemukan bahwa sindikat ini tidak hanya beroperasi pada pertandingan lokal. Mereka juga memasang taruhan ilegal pada berbagai laga internasional, termasuk pertandingan dalam ajang Piala Dunia FIFA, serta sejumlah laga profesional maupun amatir lainnya yang diselenggarakan di berbagai belahan dunia.
Pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan investigasi ICAC terkait kasus pengaturan skor lain yang sebelumnya tengah ditangani. Pihak berwenang menegaskan komitmennya untuk membersihkan dunia olahraga dari praktik ilegal yang merusak sportivitas, dengan menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih akan terus dilakukan untuk mengungkap keterlibatan pihak lainnya.