JOHOR BAHRU: Tahapan kampanye pemilihan umum negara bagian Johor akan resmi dimulai pada Sabtu (27/6), menyusul proses pendaftaran kandidat yang akan memperebutkan suara dari sekitar 2,7 juta pemilih terdaftar. Tiga koalisi utama, yakni Barisan Nasional (BN) yang berkuasa, Pakatan Harapan (PH), dan Perikatan Nasional (PN), bersiap meresmikan daftar calon mereka untuk memperebutkan 56 kursi di dewan legislatif negara bagian pada pemungutan suara 11 Juli mendatang.
BN dan PH telah mengonfirmasi rencana untuk bertarung di seluruh kursi yang tersedia. Sementara itu, berdasarkan laporan media lokal, PN diperkirakan akan menurunkan kandidat di 33 daerah pemilihan. Hal ini diprediksi akan memicu persaingan tiga arah di berbagai wilayah di negara bagian selatan Malaysia tersebut. Selain koalisi besar, kehadiran partai lain seperti MUDA yang membidik empat kursi dan Parti Bersama Malaysia yang akan bertarung di 15 kursi, berpotensi membuat beberapa daerah pemilihan mengalami persaingan empat arah.
Proses pencalonan pada hari Sabtu dijadwalkan dimulai pukul 09.00 pagi di 56 pusat pencalonan yang tersebar di seluruh Johor. Seperti pada pemilihan tahun 2022, para kandidat diwajibkan menyerahkan dokumen persyaratan dalam jangka waktu satu jam sebelum petugas pemilu memverifikasi kelayakan mereka. Meskipun banyak partai ikut serta, para analis memprediksi bahwa pertarungan utama akan mengerucut pada persaingan antara BN dan PH.
Dalam peta kekuatan saat ini, BN memegang 40 kursi, PH memiliki 12 kursi, PN empat kursi, dan MUDA satu kursi. Meskipun BN dan PH merupakan mitra dalam pemerintahan persatuan federal di bawah Perdana Menteri Anwar Ibrahim, keduanya tetap menjadi rival politik yang sengit di tingkat negara bagian. PH sendiri tercatat sebagai pihak oposisi di dewan legislatif Johor selama periode sebelumnya.
Analis politik dari Universiti Utara Malaysia (UUM), Azizuddin Sani, berpendapat bahwa dominasi PN dan unsur komponennya, PAS, tidak sekuat di wilayah lain Malaysia. BN diprediksi akan masuk ke bursa pemilihan sebagai unggulan berkat keunggulan petahana, mesin partai akar rumput yang solid, serta popularitas penjabat Menteri Besar Johor, Onn Hafiz Ghazi, yang dinilai sebagai sosok kunci dalam kampanye kali ini.
Onn Hafiz, yang akan mempertahankan kursinya di Machap, telah ditetapkan sebagai wajah utama kampanye BN oleh ketua partai, Ahmad Zahid Hamidi. Awang Azman Awang Pawi dari Universiti Malaya menilai bahwa pemilihan ini bisa menjadi referendum terhadap gaya kepemimpinan Onn Hafiz. BN akan berupaya membingkai narasi pemilihan ini sebagai perbandingan antara stabilitas kepemimpinan yang ada saat ini dengan ketidakpastian dari pihak lawan.