Jakarta - Mengonsumsi makanan dalam kondisi mentah memang memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Namun, Ketua Departemen Ilmu Pangan Universitas Rutgers, Donald W. Schaffner, Ph.D., memperingatkan bahwa beberapa jenis makanan tertentu menyimpan risiko kesehatan serius yang telah terdokumentasi dengan baik. Proses memasak bukan sekadar teknik untuk meningkatkan cita rasa, melainkan langkah krusial untuk menonaktifkan patogen atau racun berbahaya yang mungkin terkandung dalam bahan makanan.
Salah satu kebiasaan yang sering dianggap lumrah adalah mencicipi adonan kue mentah. Schaffner menjelaskan bahwa adonan tersebut mengandung telur mentah yang berisiko membawa bakteri Salmonella. Selain telur, tepung mentah juga tidak luput dari ancaman, karena bisa terkontaminasi oleh bakteri E. coli. Untuk menghindari risiko infeksi, disarankan menggunakan spatula silikon agar adonan tidak tersisa, atau memilih produk adonan siap makan yang sudah diproses secara aman menggunakan bahan pasteurisasi.
Susu mentah juga menjadi sorotan tajam di dunia kesehatan global. Ahli Diet Kesehatan Ginjal, Jessica Clancy-Strawn, M.A., RDN, menegaskan bahwa susu yang belum melalui proses pasteurisasi berisiko tinggi membawa patogen mematikan seperti Listeria, Campylobacter, dan Salmonella. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, wanita hamil, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah sangat disarankan untuk hanya mengonsumsi susu yang telah melalui proses pasteurisasi atau ultra-pasteurisasi.
Selain produk susu dan adonan, daging giling menempati posisi berbahaya jika tidak diolah dengan benar. Schaffner menyoroti bahwa konsumsi daging giling mentah atau yang kurang matang sering kali memicu wabah penyakit bawaan makanan. Patogen utama yang diwaspadai adalah E. coli O157:H7, yang meskipun dalam jumlah sedikit, dapat berdampak fatal bagi kesehatan manusia, terutama bagi mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah.
Untuk memastikan keamanan pangan, daging giling wajib dimasak hingga mencapai suhu internal minimal 160 derajat Fahrenheit atau sekitar 71 derajat Celcius. Suhu ini terbukti cukup panas untuk mengeliminasi mikroorganisme berbahaya yang berpotensi mengancam keselamatan konsumen. Kepatuhan terhadap standar suhu ini adalah langkah preventif paling efektif dalam menjaga kesehatan keluarga dari kontaminasi bakteri di dapur.
Secara keseluruhan, memahami risiko dari bahan pangan mentah adalah kunci utama dalam menjalankan pola hidup sehat. Edukasi mengenai cara pengolahan yang tepat dan kesadaran akan bahaya patogen harus ditingkatkan guna meminimalisir kejadian keracunan makanan di rumah. Dengan menerapkan prosedur memasak yang higienis, masyarakat dapat menikmati hidangan lezat tanpa harus mengorbankan keamanan kesehatan jangka panjang.