Ketegangan di wilayah perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan kembali memanas setelah pihak berwenang di Kabul melaporkan adanya serangkaian serangan udara yang dilakukan oleh militer Pakistan. Juru bicara Pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengungkapkan insiden tersebut melalui platform X pada Senin pagi, yang menyebutkan bahwa wilayah timur Afghanistan menjadi target serangan pada malam sebelumnya.
Menurut keterangan resmi dari pihak Kabul, serangan tersebut menyasar sejumlah titik strategis di beberapa provinsi. Distrik Gayan di Provinsi Paktika, Distrik Tsamkani di Provinsi Paktia, serta Distrik Manogai di Provinsi Kunar dilaporkan menjadi lokasi yang terkena dampak langsung dari serangan udara tersebut. Mujahid mengklaim bahwa aksi tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di kalangan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Dalam pernyataannya, Zabihullah Mujahid mengecam keras tindakan militer Pakistan tersebut. Ia melabeli operasi militer tersebut sebagai tindakan agresi yang pengecut serta menyebutnya sebagai kejahatan brutal yang tidak dapat dibenarkan. Pemerintah Afghanistan menegaskan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah mereka dan menuntut pertanggungjawaban atas korban sipil yang jatuh.
Di sisi lain, Pemerintah Pakistan memberikan penjelasan berbeda terkait operasi militer yang dilakukan di sepanjang perbatasan. Menteri Informasi dan Penyiaran Federal Pakistan, Attaullah Tarar, menyatakan pada Senin bahwa pihaknya telah melancarkan operasi terpadu, baik darat maupun udara, untuk menargetkan kelompok militan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Tarar mengonfirmasi bahwa sebanyak 29 teroris dilaporkan tewas dalam operasi tersebut. Target utama dari serangan Pakistan adalah anggota kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) serta faksi pecahannya, Jamaat-ul-Ahrar. Pihak Islamabad mengklaim bahwa para militan yang menjadi target adalah aktor di balik serangkaian aksi teror yang menargetkan warga sipil serta aparat penegak hukum Pakistan dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi di perbatasan Afghanistan-Pakistan saat ini terus dipantau oleh komunitas internasional. Eskalasi konflik di wilayah ini menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas keamanan regional yang lebih luas. Hingga saat ini, belum ada pernyataan lebih lanjut mengenai upaya mediasi atau langkah diplomatik yang akan diambil oleh kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan yang kian meruncing tersebut.