Raksasa teknologi Amazon.com dilaporkan tengah membidik perolehan dana setidaknya US$25 miliar melalui penerbitan obligasi dalam denominasi dolar Amerika Serikat. Langkah strategis ini diambil perusahaan sebagai upaya terbaru untuk memperkuat pendanaan dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan investasi modal sangat besar.
Laporan dari Bloomberg News menyebutkan bahwa besaran penawaran obligasi ini masih dapat meningkat, tergantung pada minat para investor di pasar. Amazon sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana aksi korporasi tersebut, namun dokumen pengajuan regulasi menunjukkan perusahaan telah mendaftarkan penawaran delapan bagian yang terdiri dari surat utang dengan suku bunga mengambang maupun tetap.
Tren penggalangan dana melalui pasar utang dan penjualan ekuitas kini tengah menjadi pola umum di kalangan perusahaan teknologi besar global. Perusahaan-perusahaan raksasa seperti Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta diperkirakan akan membelanjakan lebih dari US$700 miliar tahun ini demi memenangkan perlombaan dalam pembangunan infrastruktur AI yang semakin kompetitif.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam strategi keuangan raksasa Silicon Valley. Jika sebelumnya mereka cenderung mengandalkan cadangan kas internal untuk membiayai ekspansi dan investasi teknologi, kini pemanfaatan pasar obligasi dan ekuitas menjadi instrumen utama untuk menjaga likuiditas di tengah masifnya pengeluaran riset dan pengembangan.
Antusiasme investor terhadap surat utang sektor teknologi tergolong tinggi. Sebelumnya, perusahaan induk Google, Alphabet, menyatakan akan menggalang dana sekitar US$85 miliar melalui penjualan ekuitas. Sementara itu, Meta Platforms telah menjual obligasi senilai US$25 miliar awal tahun ini, melanjutkan kesuksesan penjualan obligasi sebesar US$30 miliar pada Oktober lalu yang tercatat sebagai rekor terbesar perusahaan.
Dalam pengajuan ke bursa, Amazon menunjuk Barclays, Goldman Sachs, J.P. Morgan, dan Morgan Stanley sebagai manajer buku gabungan untuk menangani proses penawaran ini. Sebagai catatan, pada Maret lalu, Amazon juga telah berhasil menggalang dana sebesar US$37 miliar melalui penjualan obligasi 11 bagian yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) secara signifikan di pasar.