Sebuah tim arkeolog internasional baru saja mengumumkan penemuan luar biasa di Taman Arkeologi Lembah Coa, Portugal. Laporan dari kantor berita Lusa mengungkapkan bahwa serangkaian ukiran batu prasejarah yang diyakini berusia lebih dari 23.000 tahun telah berhasil diidentifikasi di situs tersebut. Penemuan ini menambah khazanah pengetahuan manusia mengenai peradaban kuno yang pernah mendiami wilayah Semenanjung Iberia pada masa lampau.
Temuan signifikan ini berlokasi di formasi batuan yang dikenal dengan sebutan 'Batu 9' atau Rock 9, yang berada di situs arkeologi Fariseu. Proses penggalian di area ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2020. Lokasi yang sama sebelumnya juga pernah menggemparkan dunia arkeologi ketika para peneliti menemukan ukiran aurochs atau banteng liar berukuran 3,5 meter yang terukir di atas batu sekis, yang tercatat sebagai ukiran aurochs terbesar di dunia.
Dalam eksplorasi terbaru, tim peneliti berhasil menemukan dua ukiran baru dalam kondisi yang sangat utuh. Selain dua ukiran utama tersebut, terdapat beberapa motif ukiran lainnya yang saat ini masih dalam tahap penelitian lebih mendalam oleh para ahli. Dengan penambahan ini, total motif ukiran yang tercatat pada Batu 9 kini telah mencapai 40 motif, memberikan gambaran lebih jelas mengenai kehidupan masyarakat prasejarah di wilayah tersebut.
Berdasarkan analisis awal, ukiran-ukiran baru ini diklasifikasikan ke dalam periode Solutrean. Ini adalah tahapan budaya Paleolitikum Atas yang sangat spesifik bagi wilayah Eropa Barat dan Semenanjung Iberia. Periode ini umumnya diperkirakan berlangsung antara 20.000 hingga 15.000 SM, menjadikannya salah satu artefak tertua dan paling berharga yang ditemukan dalam sejarah arkeologi modern di kawasan tersebut.
Situs Fariseu sendiri merupakan bagian integral dari Taman Arkeologi Lembah Coa, sebuah kawasan yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Taman ini mencakup wilayah yang sangat luas, yakni sekitar 20.000 hektare, yang tersebar di distrik Guarda dan Braganca. Keberadaan situs ini menjadi bukti nyata pentingnya pelestarian warisan sejarah bagi generasi mendatang.
Penemuan ini tidak hanya menjadi capaian bagi arkeologi Portugal, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi pemahaman global tentang ekspresi seni manusia purba. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap makna di balik motif-motif tersebut serta bagaimana masyarakat Paleolitikum mampu menciptakan karya seni yang begitu detail dan tahan lama selama puluhan ribu tahun di tengah kondisi lingkungan yang menantang.