Internasional

AS Sita Ratusan Situs Web Ilegal yang Menyiarkan Pertandingan Piala Dunia

AS Sita Ratusan Situs Web Ilegal yang Menyiarkan Pertandingan Piala Dunia

Ringkasan

  • Pemerintah Amerika Serikat menyita hampir 400 situs web ilegal yang menyiarkan Piala Dunia untuk melindungi hak cipta dan keamanan data pengguna.

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi telah menyita hampir 400 domain internet yang terbukti digunakan untuk menyiarkan pertandingan Piala Dunia secara ilegal. Langkah tegas ini diambil sebagai upaya untuk membongkar jaringan internasional yang meraup keuntungan besar dari popularitas turnamen sepak bola akbar tersebut. Operasi ini melibatkan koordinasi lintas negara guna memutus akses terhadap konten yang dilindungi hak cipta.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengungkapkan bahwa keberhasilan identifikasi ratusan situs tersebut tidak terlepas dari kerja sama erat dengan federasi sepak bola dunia, FIFA. Selain itu, pihak penyiaran resmi seperti NBC Universal dan Warner Brothers juga turut memberikan dukungan data untuk melacak domain yang melanggar aturan hak siar tersebut.

Domain-domain yang disita tersebut diketahui menawarkan akses ilegal kepada pengguna berupa tayangan langsung pertandingan Piala Dunia tepat saat laga berlangsung dan pertama kali disiarkan. Aksi ini dianggap sebagai pelanggaran hak cipta yang serius, mengingat hak siar turnamen tersebut bernilai jutaan dolar dan diatur secara ketat oleh otoritas terkait.

Eric Weindorf, agen khusus dari Homeland Security Investigations, memberikan peringatan keras mengenai bahaya yang mengintai pengguna situs ilegal tersebut. Menurutnya, praktik ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengekspos penonton pada ancaman siber yang signifikan, seperti serangan malware dan koneksi tidak aman yang berisiko mencuri data pribadi serta informasi finansial sensitif milik pengguna.

Operasi penindakan ini tidak hanya berfokus di wilayah Amerika Serikat saja. DOJ melaporkan bahwa server dan domain yang terkait dengan penyiaran ilegal tersebut juga menjadi sasaran operasi di Peru dan Bulgaria. Selain itu, gangguan terhadap jaringan serupa juga dilakukan di beberapa negara lain, termasuk Kroasia, Rumania, Polandia, dan Kolombia, sebagai bentuk pemberantasan kejahatan digital secara global.

Perlu diketahui bahwa Piala Dunia tahun ini diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sejak 11 Juni lalu. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di 16 kota di ketiga negara tersebut hingga 19 Juli mendatang. Menurut data FIFA, tingkat kehadiran penonton telah memecahkan rekor sepanjang masa, dan berdasarkan riset Nielsen, pertandingan-pertandingan turnamen ini menjadi program televisi yang paling banyak ditonton di berbagai belahan dunia.

Mengapa Ini Penting

Tindakan hukum ini menjadi pengingat bagi penonton di Indonesia mengenai risiko keamanan siber yang mengintai saat mengakses platform streaming tidak resmi. Selain ancaman pencurian data, hal ini juga menyoroti pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual dalam ekosistem media digital yang semakin masif di tanah air.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
26 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit