Atlet berkuda junior Indonesia, Brandon Toa, sukses mengukir prestasi gemilang dengan menjuarai kelas 115cm pada ajang AEF/Mantena Cup CSI1*. Kemenangan ini diraih Brandon di Equinara Horse Sports, kawasan JIEPP Pulomas, Jakarta, pada akhir pekan lalu. Hasil positif ini dipandang sebagai modal krusial bagi sang atlet sebelum ia bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengikuti kejuaraan bergengsi Prime Minister Cup pada 24-26 Juli 2026 mendatang.
Perjalanan Brandon menuju podium utama tidaklah mudah. Pada hari pertama kompetisi, ia sempat mengalami kendala teknis dan tekanan mental saat tampil di hadapan pendukung sendiri, yang membuatnya harus puas berada di peringkat ketujuh. Namun, dengan evaluasi yang matang, ia mampu bangkit secara signifikan pada hari kedua. Perbaikan akurasi perhitungan lompatan menjadi kunci utama keberhasilannya dalam mengatasi tantangan di lapangan.
Dalam babak krusial, Brandon yang menunggangi kuda bernama Lightning tampil jauh lebih tenang dan fokus. Ia berhasil mencatatkan hasil clear round di putaran pertama bersama empat kompetitor lainnya. Konsistensi tersebut berlanjut hingga babak jump off, di mana ia mencatatkan waktu tercepat yakni 28,94 detik, sekaligus mengunci posisi pertama di kelas tersebut.
Kompetisi AEF/Mantena Cup CSI1* sendiri merupakan ajang berkuda tingkat Asia yang berlangsung pada 26-28 Juni 2026. Turnamen ini menarik partisipasi dari 18 atlet berbakat yang berasal dari 13 negara berbeda. Keberhasilan Brandon menempati posisi puncak memberikan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, mengingat pada hari pertama, dominasi podium sempat dikuasai oleh atlet dari Iran.
Di babak final, Brandon Toa unggul atas Akkara Konglapamuay dari Thailand yang menempati posisi kedua, serta rekan senegaranya Aisha Maydina Hakim yang meraih peringkat ketiga. Kemenangan ini dinilai sebagai bukti nyata perkembangan atlet berkuda junior Indonesia dalam kancah internasional. Brandon berharap pencapaian di Jakarta ini dapat meningkatkan kepercayaan dirinya saat menghadapi persaingan lebih ketat di Malaysia nanti.
Sebagai atlet kelas 10 di Sekolah Cinta Budaya, dedikasi Brandon dalam membagi waktu antara pendidikan dan olahraga berkuda patut diapresiasi. Kemenangan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga langkah strategis bagi persiapan jangka panjang Indonesia menuju ajang yang lebih besar, termasuk persiapan atlet menuju Asian Games 2026. Brandon berkomitmen untuk terus memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.