Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) secara resmi melakukan perombakan strategis pada susunan skuad nasional. Langkah signifikan yang diambil adalah memindahkan atlet tunggal putri andalan, Ester Nurumi Tri Wardoyo, ke sektor ganda putri. Dalam formasi baru ini, Ester akan berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari sebagai bagian dari upaya regenerasi dan penguatan kedalaman tim.
Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI, Karel Mainaky, menjelaskan bahwa keputusan ini didasari oleh kebutuhan mendesak untuk memperkuat barisan pelapis di sektor ganda putri. Meski Indonesia saat ini telah memiliki tiga pasangan utama yang tampil konsisten, PBSI memandang penting untuk terus mempersiapkan generasi penerus yang memiliki daya saing tinggi untuk menghadapi persaingan di level internasional yang semakin ketat.
Hasil evaluasi mendalam yang dilakukan bersama tim pelatih tunggal putri menjadi landasan utama perubahan ini. Karel menilai bahwa karakteristik permainan Ester lebih potensial untuk dikembangkan di sektor ganda. Kemampuan atlet tersebut dianggap sangat relevan dengan tuntutan pola permainan ganda putri modern yang mengedepankan kecepatan dan efektivitas serangan.
Secara teknis, Ester dinilai memiliki keunggulan berupa kekuatan pukulan dari area belakang, smash yang tajam, serta penempatan bola yang akurat. Selain itu, kemampuan transisi yang dimiliki Ester menjadi aset berharga. Keahlian ini dipadukan dengan gaya bermain Lanny Tria Mayasari yang dikenal lihai sebagai playmaker atau pengatur permainan di area depan net.
Kombinasi antara kekuatan serangan Ester dari belakang dan kreativitas Lanny di depan net diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kompetitif. Pelatih berharap perpaduan ini dapat membentuk pola permainan yang dinamis, di mana Lanny berperan membuka peluang serangan yang kemudian dieksekusi secara efektif oleh Ester. Strategi ini diharapkan menjadi solusi atas tantangan dalam pengembangan sektor ganda putri nasional.
Sebagai langkah awal, pasangan Ester/Lanny akan menjalani masa evaluasi selama lima turnamen internasional ke depan. PBSI tidak hanya akan mengukur performa mereka dari hasil akhir pertandingan, tetapi juga memantau proses adaptasi teknis, komunikasi antarpemain, serta perkembangan kerja sama tim. Evaluasi menyeluruh ini menjadi penentu bagi masa depan pasangan baru tersebut di kancah bulu tangkis dunia.