Bisnis & Startup

Dorong Diversifikasi Ekonomi, Berau Ekspor Biji Kakao Fermentasi ke Pasar Global

Dorong Diversifikasi Ekonomi, Berau Ekspor Biji Kakao Fermentasi ke Pasar Global

Ringkasan

  • Pemkab Berau memperkuat diversifikasi ekonomi melalui hilirisasi kakao fermentasi yang kini sukses menembus pasar ekspor ke Prancis dan Jepang.

Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat diversifikasi ekonomi daerah dengan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan batu bara. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah melalui hilirisasi di sektor perkebunan, khususnya pada komoditas biji kakao fermentasi yang kini mulai merambah pasar internasional.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan bahwa produk kakao asal daerahnya kini telah menembus pasar Eropa. Pada Maret tahun ini, pengiriman perdana sebanyak 10 ton biji kakao fermentasi telah dikirimkan ke Prancis. Pencapaian ini merupakan hasil dari kesepakatan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Berau dengan perusahaan asal Prancis untuk pemenuhan pasokan hingga 50 ton per tahun.

Selain Prancis, potensi pasar global untuk kakao Berau terus berkembang pesat. Saat ini, Jepang juga telah menunjukkan minat yang besar terhadap komoditas unggulan ini dengan proyeksi permintaan mencapai 500 ton per tahun. Akses pasar yang semakin terbuka lebar ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas kakao dari Berau mampu bersaing secara kompetitif di tingkat dunia.

Bupati Sri Juniarsih menekankan bahwa keberhasilan menembus pasar ekspor ini menjadi motivasi bagi para petani lokal untuk terus meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen. Kakao Berau dikenal memiliki karakteristik rasa yang unik, yaitu perpaduan keseimbangan antara rasa pahit dan asam segar, yang menjadikannya bahan baku favorit bagi industri cokelat premium internasional, termasuk produsen ternama seperti Valrhona.

Sebagai upaya keberlanjutan, pemerintah daerah terus mendorong dinas terkait untuk memberikan pendampingan intensif kepada para pekebun. Program tersebut meliputi pembukaan lahan baru, intensifikasi tanaman, hingga penerapan teknologi pertanian modern. Dukungan ini diharapkan mampu menjaga konsistensi kualitas biji kakao agar tetap memenuhi standar ketat pasar ekspor.

Optimisme terhadap masa depan industri kakao di Berau semakin menguat setelah komoditas ini meraih pengakuan nasional di ajang Salon International de I'alimentation (SIAL) Interfood. Dengan kombinasi dukungan teknologi, akses pembiayaan yang memadai, serta sertifikasi keberlanjutan, Pemkab Berau yakin bahwa sektor perkebunan kakao akan menjadi pilar ekonomi baru yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan Berau dalam hilirisasi kakao menunjukkan potensi besar daerah dalam menciptakan nilai tambah ekonomi di luar sektor ekstraktif. Langkah ini menjadi model bagi daerah lain di Indonesia untuk membangun rantai pasok komoditas bernilai tinggi yang berorientasi pada pasar global melalui pendekatan teknologi dan keberlanjutan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit