Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 merupakan bukti otentik dari pesatnya perkembangan kreativitas masyarakat Jakarta di berbagai sektor. Acara yang merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Salah satu pencapaian membanggakan dalam perhelatan tahun ini adalah diraihnya rekor MURI untuk kategori Pajangan Hasil Pertanian Perkotaan dengan jenis terbanyak. Sebanyak 157 petani terlibat langsung dalam pameran yang menampilkan 64 jenis komoditas unggulan. Menurut Pramono, keberhasilan ini membuktikan bahwa inovasi tidak hanya terbatas pada industri kreatif digital atau seni, melainkan juga merambah sektor produktif seperti pertanian perkotaan yang berdampak langsung pada ketahanan pangan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menekankan bahwa JKF 2026 bukan sekadar festival perayaan, melainkan gerakan kolektif untuk menggerakkan sektor riil. Fokus pengembangan ekonomi kreatif tahun ini diarahkan pada tiga pilar utama, yaitu olahraga, musik, dan film. Sinergi lintas sektor ini dinilai krusial untuk memperkuat fondasi ekonomi Jakarta di tengah tantangan global.
Sebanyak 67 lembaga dan instansi turut serta dalam penyelenggaraan puncak JKF 2026. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan promosi bagi pelaku UMKM. Berbagai program unggulan seperti business matching, QRIS Jelajah Indonesia, serta edukasi kebanksentralan dihadirkan untuk memastikan pelaku usaha lokal dapat naik kelas dan terintegrasi dengan sistem ekonomi digital nasional.
Target transaksi selama penyelenggaraan JKF 2026 dipatok mencapai Rp40 miliar. Angka ini naik signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp20 miliar, mencerminkan peningkatan minat masyarakat dan efektivitas program dalam mendorong daya beli serta konsumsi domestik. Pertumbuhan target ini menjadi indikator positif bagi akselerasi ekonomi kreatif di ibu kota.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi yang terbangun. Ia menegaskan bahwa pengembangan UMKM dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran harus berjalan beriringan. Melalui JKF 2026, Bank Indonesia berkomitmen terus mendorong inovasi ekosistem ekonomi kreatif guna meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk lokal sekaligus memperkuat penggunaan instrumen pembayaran digital nasional.