Internasional

BigHit Music Tempuh Jalur Hukum atas Tindakan Berbahaya Terhadap Grup CORTIS

BigHit Music Tempuh Jalur Hukum atas Tindakan Berbahaya Terhadap Grup CORTIS

Ringkasan

  • BigHit Music mengambil langkah hukum tegas terhadap oknum penggemar obsesif yang melakukan pelanggaran privasi dan ancaman keselamatan terhadap grup CORTIS.

Jakarta – Agensi hiburan ternama, BigHit Music, secara resmi mengambil langkah hukum tegas menyusul serangkaian tindakan berbahaya yang dilakukan oleh oknum penggemar obsesif atau sasaeng terhadap grup idola K-Pop, CORTIS. Tindakan ini mencakup berbagai pelanggaran privasi yang tidak hanya merugikan kenyamanan artis, tetapi juga membahayakan keselamatan fisik para anggota grup secara langsung.

Berdasarkan pengumuman resmi di platform Weverse pada Senin (30/6), pihak agensi membeberkan sejumlah insiden penyusupan yang cukup ekstrem. Di antaranya adalah upaya masuk ke area pribadi seperti tempat parkir di kediaman anggota CORTIS, penyamaran sebagai staf acara untuk mendekati anggota, hingga aksi membuntuti grup ke jadwal yang bersifat rahasia dan tidak dipublikasikan kepada publik.

Kondisi keamanan semakin mengkhawatirkan saat grup tersebut menjalani aktivitas di Paris. BigHit Music melaporkan penemuan perangkat pelacak GPS berukuran kecil yang terpasang secara ilegal pada kendaraan operasional yang digunakan oleh anggota. Selain itu, ditemukan pula pola perilaku sistematis di mana oknum menyewa mobil khusus dengan sopir lokal untuk terus membuntuti pergerakan artis, baik saat jadwal resmi maupun kegiatan pribadi.

Tidak hanya ancaman fisik, agensi juga menyoroti maraknya penyebaran informasi palsu serta konten bernuansa pelecehan di platform daring. BigHit Music secara rutin memantau unggahan yang mengandung penghinaan, manipulasi gambar yang merendahkan martabat, hingga penyebaran data penerbangan ilegal. Agensi menegaskan bahwa mereka telah mengumpulkan bukti kuat terhadap sejumlah akun yang terlibat dalam aktivitas tersebut.

Menanggapi situasi ini, BigHit Music menerapkan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance policy). Pihak agensi telah berkomunikasi dengan otoritas berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Mereka menegaskan tidak akan memberikan penyelesaian damai maupun keringanan hukuman bagi pihak yang terbukti melanggar privasi, melakukan kekerasan verbal atau fisik terhadap staf, serta menyebarkan fitnah terhadap artis mereka.

Langkah hukum ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak agar menghormati etika penggemar. Agensi berkomitmen untuk terus memantau situasi selama 24 jam penuh dan menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang mengancam hak-hak artis. Perlindungan terhadap artis tetap menjadi prioritas utama bagi BigHit Music demi memastikan lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi seluruh talenta di bawah naungan mereka.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menyoroti batasan etika antara penggemar dan idola di era digital, di mana pelanggaran privasi fisik semakin sering terintegrasi dengan teknologi seperti pelacak GPS. Bagi industri kreatif, insiden ini menegaskan pentingnya sistem keamanan siber dan perlindungan data pribadi yang lebih ketat bagi figur publik untuk mencegah eksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit