Bisnis & Startup

BlackBerry Tingkatkan Proyeksi Pendapatan Tahunan Berkat Pertumbuhan Divisi QNX

BlackBerry Tingkatkan Proyeksi Pendapatan Tahunan Berkat Pertumbuhan Divisi QNX

Ringkasan

  • BlackBerry menaikkan proyeksi pendapatan tahunan setelah divisi QNX mencatatkan pertumbuhan pesat di sektor otomotif dan perangkat lunak.

BlackBerry secara resmi telah merevisi naik target proyeksi pendapatan tahunannya pada hari Kamis setelah mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada kuartal pertama. Langkah ini diambil menyusul keberhasilan upaya restrukturisasi perusahaan yang kini berfokus pada perangkat lunak untuk kendaraan otonom dan perangkat terkoneksi. Optimisme pasar langsung terlihat dengan lonjakan saham BlackBerry di bursa AS sebesar 8 persen dalam perdagangan premarket.

Transformasi BlackBerry dari raksasa industri ponsel pintar menjadi penyedia solusi perangkat lunak telah menunjukkan hasil yang signifikan. Divisi QNX, yang menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan, berhasil mencatatkan lonjakan pendapatan hampir 26 persen menjadi $72,3 juta untuk periode yang berakhir pada 31 Mei. QNX menyediakan sistem operasi real-time yang sangat aman dan krusial bagi industri otomotif global.

CEO BlackBerry, John Giamatteo, menegaskan bahwa permintaan terhadap platform QNX tetap sangat sehat seiring dengan pergeseran industri otomotif menuju kendaraan yang didefinisikan oleh perangkat lunak (software-defined vehicles). Saat ini, divisi QNX memiliki backlog royalti masa depan yang mencapai angka fantastis, yakni hampir $1 miliar, yang menjadi indikator kuat keberlanjutan bisnis jangka panjang perusahaan.

Dalam proyeksi terbaru, BlackBerry menargetkan pendapatan tahun fiskal 2027 berada di kisaran $594 juta hingga $621 juta, meningkat dari proyeksi sebelumnya yang berada di angka $584 juta hingga $611 juta. Secara spesifik, pendapatan dari divisi QNX sendiri diproyeksikan akan mencapai rentang $295 juta hingga $312 juta, mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap adopsi teknologi mereka di pasar global.

Selain sektor otomotif, divisi komunikasi aman BlackBerry juga memberikan kontribusi positif dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 24 persen menjadi $73,6 juta. CFO BlackBerry, Tim Foote, mengungkapkan bahwa sebagian besar basis klien di divisi ini berasal dari sektor pemerintahan, yang merupakan segmen dengan permintaan stabil dan loyalitas tinggi terhadap solusi enkripsi suara serta pesan yang ditawarkan perusahaan.

Secara keseluruhan, BlackBerry melaporkan total pendapatan kuartal pertama sebesar $152,9 juta, yang berarti terjadi kenaikan sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Keberhasilan ini membuktikan bahwa strategi pivot perusahaan menuju solusi perangkat lunak tingkat perusahaan dan otomotif merupakan langkah yang tepat untuk mengamankan masa depan perusahaan di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan BlackBerry dalam bertransformasi menjadi penyedia perangkat lunak otomotif memberikan pelajaran berharga bagi perusahaan teknologi lama untuk beradaptasi dengan tren software-defined vehicles. Bagi industri otomotif di Indonesia yang mulai merambah ke kendaraan listrik dan terkoneksi, model bisnis seperti QNX menjadi referensi penting dalam pengembangan ekosistem digital kendaraan masa depan.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit