Sains

BMKG Catat 72 Kejadian Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Sepanjang Juni 2026

BMKG Catat 72 Kejadian Gempa Bumi Guncang Jawa Barat Sepanjang Juni 2026

Ringkasan

  • BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 72 kejadian gempa bumi di Jawa Barat sepanjang Juni 2026, didominasi oleh aktivitas sesar aktif dangkal.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung melaporkan adanya aktivitas seismik yang signifikan di wilayah Jawa Barat selama periode Juni 2026. Berdasarkan data pemantauan, tercatat sebanyak 72 kali kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut dan sekitarnya sepanjang bulan tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Edi Wibowo, mengungkapkan bahwa variasi kekuatan gempa yang tercatat cukup beragam. Magnitudo terbesar yang terekam mencapai 3,9, sementara guncangan terkecil berada pada angka 1 magnitudo. Dari total 72 kejadian tersebut, sebanyak lima kali gempa di antaranya dilaporkan sempat dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi pusat gempa.

Analisis mendalam mengenai kedalaman hiposenter menunjukkan bahwa mayoritas gempa bumi yang terjadi tergolong dalam kategori dangkal. Tercatat sebanyak 60 kejadian memiliki kedalaman kurang dari 60 kilometer, sedangkan 12 kejadian lainnya berada pada kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer. Karakteristik ini mengindikasikan aktivitas sesar aktif yang menjadi pemicu utama guncangan di wilayah tersebut.

Selain kedalaman, BMKG juga memetakan distribusi lokasi pusat gempa berdasarkan letak hiposenternya. Data menunjukkan bahwa sebanyak 38 gempa bumi berpusat di laut, sementara 34 kejadian lainnya berasal dari daratan. Salah satu peristiwa yang cukup menonjol adalah gempa berkekuatan 3,5 magnitudo yang terjadi pada 6 Juni 2026, dengan pusat gempa di Kabupaten Cianjur yang guncangannya terasa hingga wilayah Sukabumi.

Menyikapi fenomena ini, BMKG memberikan imbauan penting bagi masyarakat Jawa Barat. Warga diminta untuk selalu waspada dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktural akibat guncangan gempa. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu memantau kanal informasi resmi dari lembaga terkait serta mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi yang bersumber dari sesar aktif menjadi kunci krusial dalam meminimalisir risiko dampak bencana bagi warga yang berada di zona rawan gempa.

Mengapa Ini Penting

Data ini menjadi pengingat penting bagi warga Jawa Barat akan tingginya aktivitas seismik di wilayah tersebut yang dipicu oleh sesar aktif. Pemahaman mengenai pola gempa ini sangat krusial bagi pemerintah daerah dalam memperkuat standar konstruksi bangunan tahan gempa serta meningkatkan efektivitas sistem peringatan dini bencana.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit