Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menegaskan komitmennya untuk melakukan tindakan cepat dan responsif dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fokus utama dari upaya mitigasi ini diarahkan pada wilayah-wilayah strategis yang berdekatan dengan objek vital nasional, khususnya kawasan Baamang Hulu yang berada di sekitar Bandara Haji Asan Sampit.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, menjelaskan bahwa kawasan di sekitar Kota Sampit memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Mengingat kedekatannya dengan bandara, wilayah tersebut dikategorikan sebagai area prioritas untuk penanganan dini agar aktivitas penerbangan tetap berjalan normal dan tidak terdampak oleh kabut asap akibat kebakaran lahan.
Berdasarkan data historis yang dihimpun BPBD, kawasan tersebut memang dikenal memiliki kerawanan tinggi terhadap insiden kebakaran lahan. Hingga saat ini, luas total lahan yang terbakar di wilayah Kotawaringin Timur dilaporkan mencapai sekitar 11 hektare, yang tersebar di beberapa kecamatan, meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kecamatan Seranau, dan Kecamatan Baamang.
Untuk memperkuat upaya pemadaman, BPBD terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah. Dukungan operasi water bombing menjadi salah satu opsi yang disiapkan, dengan helikopter pemadam yang saat ini disiagakan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, untuk segera dimobilisasi jika kondisi di lapangan membutuhkan intervensi udara.
Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca yang sebelumnya dijalankan telah resmi dihentikan sejak Sabtu lalu. Keputusan tersebut diambil menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa potensi awan hujan sudah tidak tersedia. Sehubungan dengan hal tersebut, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan tidak membuka lahan pertanian melalui metode pembakaran.
Menanggapi situasi ini, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haji Asan Sampit, Abdul Haris, memberikan konfirmasi bahwa operasional penerbangan sejauh ini masih berlangsung dengan normal. Pihak otoritas bandara terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama di tengah ancaman karhutla yang masih membayangi wilayah tersebut.