Skuad tim nasional Prancis menunjukkan solidaritas mendalam bagi pelatih mereka, Didier Deschamps, yang tengah berduka menyusul kepergian sang ibunda. Dalam pertandingan melawan Norwegia di Foxborough, Massachusetts, pada Jumat lalu, para pemain tampil impresif dengan meraih kemenangan telak 4-1. Kemenangan ini didedikasikan sepenuhnya sebagai bentuk dukungan moral bagi Deschamps yang saat itu harus absen untuk menghadiri prosesi pemakaman ibunya.
Asisten pelatih timnas Prancis, Guy Stephan, mengungkapkan bahwa seluruh anggota tim merasa sangat terpukul dengan kabar duka tersebut dan ingin memberikan sesuatu yang istimewa di lapangan hijau. Stephan, yang telah bekerja sama dengan Deschamps sejak masa kepelatihannya di Olympique de Marseille pada 2009, menegaskan bahwa hubungan emosional antara staf pelatih dan pemain menjadi kunci performa solid mereka dalam laga tersebut.
Dalam jalannya pertandingan, Prancis tampil mendominasi sejak menit awal. Ousmane Dembele menjadi bintang utama dengan mencetak hat-trick pada babak pertama, disusul oleh gol penutup melalui sundulan Desire Doue di masa tambahan waktu. Kemenangan ini memastikan posisi Prancis sebagai juara grup, yang secara strategis membantu mereka menghindari jadwal perjalanan yang melelahkan di babak selanjutnya.
Guy Stephan menuturkan bahwa ia akan segera berkomunikasi dengan Deschamps untuk memberikan dukungan moral. Ia juga mengonfirmasi bahwa sang pelatih utama dijadwalkan akan kembali bergabung dengan tim untuk sesi latihan pada esok sore. Kehadiran kembali Deschamps diharapkan mampu menjaga stabilitas mental skuad menjelang fase gugur turnamen yang semakin kompetitif.
Meski meraih kemenangan besar, Stephan tetap menunjukkan sikap perfeksionisnya sebagai pelatih. Ia menyoroti adanya penurunan intensitas permainan pada babak kedua ketika tim merasa sudah unggul jauh. Menurutnya, para pemain sempat kehilangan fokus dan memberikan celah bagi lawan untuk menciptakan peluang, sebuah catatan yang harus diperbaiki sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh di babak 32 besar.
Lebih lanjut, Stephan memberikan apresiasi sekaligus peringatan kepada anak asuhnya. Ia menyadari bahwa Norwegia tidak menurunkan kekuatan penuh dalam laga ini karena pelatih Stale Solbakken memberikan waktu istirahat bagi sebagian besar pemain utama. Oleh karena itu, Stephan menekankan pentingnya bagi tim untuk tetap waspada dan tidak meremehkan lawan, mengingat tantangan di fase berikutnya akan jauh lebih berat dan menuntut konsistensi tinggi.