Teknologi

DKI Siapkan Dua Rute LRT Baru ke JIS dan Whoosh Halim

Ringkasan

  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana membangun dua rute LRT baru menuju JIS dan Stasiun Whoosh Halim setelah jalur Manggarai-Dukuh Atas rampung 2028 untuk memperkuat konektivitas transportasi Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah komando Gubernur Pramono Anung mulai merancang ekspansi jaringan Lintas Raya Terpadu (LRT) yang lebih ambisius. Rencana tersebut muncul usai peninjauan progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai di Stasiun Rawamangun pada Selasa (14/7).

Dua koridor baru diproyeksikan menyambungkan ibu kota dengan Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara serta Stasiun Whoosh di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Langkah ini ditempuh sebagai upaya nyata memperkuat konektivitas transportasi massal agar masyarakat lebih leluasa berpindah moda tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.

Sebelum merealisasikan rute anyar tersebut, Pramono menegaskan bahwa penyelesaian jalur Manggarai hingga Dukuh Atas menjadi prioritas mutlak Pemprov DKI. Ruas sepanjang kurang lebih 2 kilometer itu ditargetkan mengawali proses konstruksi pada awal 2027 dan beroperasi penuh pada 2028.

Penuntasan segmen Manggarai-Dukuh Atas memang krusial bagi tata ruang transportasi Jakarta. Jalur ini akan menjadi tulang punggung penyambung antarmoda di pusat kota, memungkinkan penumpang dari arah timur mencapai stasiun transit utama dengan lebih cepat tanpa terjebak kemacetan lalu lintas permukaan yang kronis.

Di balik rencana perluasan ini, Pemprov DKI telah menyiapkan fondasi perizinan yang matang. Trase menuju JIS sudah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan. Rute kedua yang akan menyentuh area KCIC atau Stasiun Whoosh Halim juga tengah difinalisasi, menandakan visi transportasi terintegrasi yang dirancang jauh hari sebelum konstruksi dimulai.

Kehadiran jalur baru ke JIS dipastikan mengubah pengalaman penonton event olahraga dan konser berskala internasional. Selama ini, akses menuju stadion megah di Utara Jakarta kerap menjadi sorotan lantaran ketergantungan pada kendaraan pribadi dan bus shuttle terbatas, sehingga menimbulkan penumpukan penumpang pasca-acara.

Di sisi lain, penyambungan LRT ke Stasiun Whoosh Halim akan menjadi titik temu strategis antara transportasi perkotaan dan kereta cepat Jakarta-Bandung. Bandingkan dengan kota besar lain di Tanah Air seperti Surabaya atau Medan yang masih kewalahan menyatukan moda bus dan kereta, Jakarta mulai menata ekosistem multimoda setara metropolis Asia Tenggara. Penumpang yang hendak ke Bandung dapat memanfaatkan LRT sebagai feeder handal.

Tak kalah penting, Pemprov DKI menyiapkan integrasi sistem tiket antarmoda sebagai lompatan teknologi layanan. Nantinya, satu sistem pembayaran dapat dipakai lintas LRT, MRT, dan TransJakarta. Inovasi ini langsung menjawab keluhan pengguna terkait fragmentasi kartu yang selama ini menghambat komuter, sebuah masalah klasik yang juga melanda sistem transit di banyak provinsi Indonesia.

Pramono menuturkan bahwa konektivitas akan membaik secara signifikan begitu dua jalur tersebut beroperasi. "Nah, kalau dua itu terkoneksi maka konektivitasnya akan semakin baik," ucapnya saat meninjau lokasi. Masyarakat diharapkan dapat merasakan perpindahan moda yang mulus dari LRT menuju kereta cepat maupun kawasan Utara Jakarta.

Untuk mendanai pengembangan jaringan yang masif ini, Pramono membuka peluang skema creative financing. Ia telah berdiskusi dengan Direktur Utama Jakpro guna menggandeng pihak swasta yang berminat berinvestasi. "Untuk dua itu kita perbolehkan apa yang disebut dengan creative financing, kerja sama dengan siapa pun yang ingin membangun Jakarta," katanya, meyakini rute padat ini menarik minat investor.

Proyeksi ke depan, pembangunan dua rute baru tersebut baru akan digarap setelah koridor Manggarai-Dukuh Atas tuntas sepenuhnya di bawah kendali DKI Jakarta. Skema pendanaan kreatif diyakini mampu menutupi kebutuhan modal yang besar, mengingat proyek infrastruktur transportasi membutuhkan arus kas jangka panjang yang stabil.

Transformasi mobilitas Jakarta ke depan bertumpu pada kelancaran eksekusi rencana ini. Jika terwujud, jaringan transportasi publik ibu kota tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, melainkan bersinergi sebagai ekosistem tunggal yang mendukung produktivitas warga dan mengurangi beban emisi karbon perkotaan secara drastis.

Mengapa Ini Penting

Rencana integrasi LRT dengan jaringan kereta cepat Whoosh dan stadion JIS menandai pergeseran paradigma pembangunan ibu kota dari berbasis kendaraan menuju transit-oriented development yang sesungguhnya. Keberhasilan skema creative financing akan menjadi preseden hukum dan finansial bagi pemerintah daerah lain di Indonesia yang ingin membangun infrastruktur tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Lebih dari sekadar rute fisik, penyatuan sistem tiket antarmoda berpotensi melahirkan ekosistem data pergerakan warga yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan kota pintar secara real-time. Jika tergelar sempurna, langkah ini dapat menekan angka urban sprawl dan mendorong nilai keekonomian kawasan di sekitar stasiun melonjak signifikan.

Sumber Asli
CNN Indonesia Nasional
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit