Internasional

Donald Trump Tunjuk Lance Schroyer sebagai Direktur ICE

Donald Trump Tunjuk Lance Schroyer sebagai Direktur ICE

Ringkasan

  • Donald Trump menunjuk mantan polisi Oklahoma, Lance Schroyer, sebagai Direktur ICE untuk memimpin kampanye deportasi massal di AS.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi menominasikan Lance Schroyer, seorang mantan anggota kepolisian negara bagian Oklahoma, untuk menjabat sebagai Direktur Immigration and Customs Enforcement (ICE). Penunjukan ini menjadi langkah strategis Trump untuk memperkuat jajaran kepemimpinan di salah satu lembaga kunci yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kampanye deportasi massal yang menjadi agenda utama pemerintahannya.

Dalam pernyataan melalui platform Truth Social, Trump memberikan pujian tinggi kepada Schroyer. Ia menyoroti rekam jejak Schroyer yang mencakup 29 tahun pengalaman di bidang penegakan hukum serta latar belakangnya sebagai mantan marinir Amerika Serikat. Trump menekankan bahwa Schroyer memiliki dedikasi yang kuat terhadap personel ICE dan memiliki kapasitas yang diperlukan untuk mempercepat proses penahanan serta deportasi terhadap imigran ilegal yang dianggap sebagai kriminal.

Meski mendapatkan dukungan penuh dari Trump dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin, penunjukan Schroyer diperkirakan akan menghadapi pengawasan ketat saat menjalani proses konfirmasi di Kongres. Hal ini dikarenakan Schroyer merupakan sosok baru dalam memimpin lembaga federal berskala besar, yang menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapannya dalam mengelola birokrasi imigrasi nasional yang kompleks.

Mullin membela pilihan tersebut dengan menegaskan bahwa pengalaman Schroyer di lapangan sudah sangat mumpuni. Ia merujuk pada keberhasilan Schroyer dalam menjalankan operasi skala besar dan kolaborasi dengan aparat negara bagian maupun federal dalam menindak imigran ilegal di Oklahoma melalui program 287(g). Program ini memungkinkan otoritas lokal untuk bekerja sama dengan ICE dalam penegakan hukum imigrasi.

Jika proses konfirmasi berjalan lancar, Schroyer akan menggantikan Direktur Pelaksana ICE, David Venturella, yang telah menjabat sejak Mei lalu. Venturella sendiri mengisi posisi tersebut setelah kepergian Todd Lyons. Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah sorotan tajam terhadap operasional ICE, terutama terkait tuduhan penggunaan kekuatan berlebihan dan potensi pelanggaran hak sipil dalam berbagai operasi penangkapan di lapangan.

Sepanjang tahun ini, ICE memang telah menghadapi kritik publik yang cukup intens terkait taktik operasionalnya. Beberapa insiden mematikan, seperti penembakan fatal dalam operasi di Minnesota, telah memicu protes nasional dan tuntutan akan transparansi yang lebih besar. Dengan latar belakang Schroyer yang berasal dari penegakan hukum garis depan, arah kebijakan ICE ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana ia menyeimbangkan agenda deportasi pemerintah dengan standar prosedur keamanan dan hak asasi manusia.

Mengapa Ini Penting

Perubahan kebijakan imigrasi di Amerika Serikat dapat memengaruhi arus tenaga kerja global dan sentimen politik internasional yang berdampak pada hubungan diplomatik. Bagi pembaca di Indonesia, kebijakan deportasi yang agresif sering kali menjadi tolok ukur dalam memahami dinamika perlindungan warga negara asing dan stabilitas keamanan global yang dapat berdampak pada kebijakan visa internasional.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
27 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit