Internasional

Dua Kapal Perang Angkatan Laut PLA Akan Kunjungi Hong Kong Selama Lima Hari

Dua Kapal Perang Angkatan Laut PLA Akan Kunjungi Hong Kong Selama Lima Hari

Ringkasan

  • Dua kapal perang PLA, Nanning dan Hengyang, akan berkunjung ke Hong Kong selama lima hari untuk merayakan hari jadi kedaulatan China.

Dua kapal perang milik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dijadwalkan untuk melakukan kunjungan pelabuhan selama lima hari di Hong Kong. Kunjungan ini dimulai pada 2 Juli dan akan berlangsung hingga 6 Juli, sebagai bagian dari perayaan penting bagi wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan Nasional China mengonfirmasi pada hari Senin bahwa gugus tugas angkatan laut PLA akan berlabuh di perairan Hong Kong. Agenda ini diselenggarakan untuk memperingati hari jadi ke-29 kembalinya Hong Kong ke bawah kedaulatan China, sebuah momen yang selalu dirayakan dengan berbagai kegiatan seremonial di wilayah tersebut.

Dua kapal perang yang akan dikerahkan adalah kapal perusak berpeluru kendali Nanning dan kapal fregat berpeluru kendali Hengyang. Kehadiran kedua kapal canggih ini menunjukkan kapabilitas angkatan laut China sekaligus mempererat hubungan antara militer dan masyarakat di Hong Kong.

Sebagai bagian dari program keterbukaan, otoritas militer memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk menaiki kapal dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pertukaran budaya. Pihak PLA telah menyiapkan 14.000 tiket yang akan didistribusikan secara daring melalui akun media sosial WeChat mereka.

Proses pemesanan tiket akan dibuka mulai 30 Juni hingga 2 Juli dengan sistem siapa cepat dia dapat. Masyarakat dapat memilih slot kunjungan yang tersedia pada pukul 10.00, 15.00, dan 20.00. Area pangkalan angkatan laut akan dibuka untuk umum pada tanggal 4 dan 5 Juli, mulai pukul 08.30 hingga 17.30 waktu setempat.

Terkait kedatangan dan keberangkatan kapal pada 2 Juli dan 6 Juli, otoritas transportasi setempat mengumumkan akan adanya penyesuaian jadwal layanan feri. Beberapa rute feri mungkin akan mengalami perubahan jadwal atau pembatalan untuk menjamin keamanan operasional selama proses sandar kapal berlangsung di area pelabuhan.

Mengapa Ini Penting

Kunjungan ini menegaskan stabilitas politik dan kehadiran militer China di Hong Kong yang berdampak pada dinamika geopolitik di kawasan Asia-Pasifik. Bagi Indonesia, pemantauan terhadap aktivitas militer di jalur perdagangan laut internasional sangat krusial untuk memahami kebijakan keamanan regional dan potensi dampaknya terhadap stabilitas rantai pasok maritim.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
29 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit