Produsen otomotif China saat ini semakin memperkuat posisi mereka di pasar global seiring dengan meningkatnya popularitas kendaraan listrik (EV). Tren positif ini mendorong institusi keuangan internasional, termasuk Goldman Sachs, untuk melakukan revisi ke atas terhadap proyeksi ekspor kendaraan asal Negeri Tirai Bambu tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Para analis mencatat bahwa lonjakan pengiriman ke luar negeri telah menjadi penyeimbang yang efektif bagi penurunan penjualan domestik. Bagi perusahaan otomotif besar seperti BYD dan Xpeng, ekspor menjadi strategi krusial untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah perlambatan pasar lokal yang diprediksi akan terus berlanjut.
Dalam laporan riset terbaru yang dirilis pada hari Kamis, Goldman Sachs mengungkapkan bahwa ekspor kendaraan energi baru asal China mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 63 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh ketersediaan model-model yang kompetitif dan inovatif di pasar internasional.
Berdasarkan data tersebut, Goldman Sachs merevisi target volume ekspor mobil penumpang China dengan kenaikan 6 hingga 11 persen untuk periode 2026 hingga 2030. Bank investasi tersebut memproyeksikan bahwa ekspor akan mencapai 7,8 juta unit pada 2026 dan diprediksi menembus angka 10 juta unit pada tahun 2030 mendatang.
Lebih lanjut, laporan tersebut memprediksi bahwa di luar pasar China daratan dan Amerika Serikat, pangsa pasar mobil bermerek China secara global diperkirakan akan mencapai 17 persen pada 2030. Angka ini mencerminkan dominasi yang kian meluas dari produsen China dalam rantai pasok otomotif dunia.
Optimisme serupa juga disampaikan oleh JPMorgan, yang sebelumnya memprediksi lonjakan penjualan mobil China di Eropa Barat sebesar 150 persen dalam periode tiga tahun hingga 2028. Dengan target pengiriman tahunan mencapai 2,5 juta unit, produsen China diproyeksikan akan menguasai 20 persen pangsa pasar di negara-negara seperti Jerman, Italia, Prancis, dan Inggris, setelah tahun lalu mencatatkan penjualan sebanyak 1 juta unit di kawasan tersebut.