Sektor ekspor Hong Kong mencatatkan pertumbuhan signifikan pada bulan Mei, dengan peningkatan mencapai 40,8 persen secara tahunan. Lonjakan ini didorong oleh permintaan global yang berkelanjutan terhadap produk-produk berbasis kecerdasan buatan (AI), yang terus menjadi motor penggerak utama bagi aktivitas perdagangan internasional wilayah tersebut.
Data sementara yang diterbitkan oleh Departemen Sensus dan Statistik pada hari Kamis menunjukkan bahwa total nilai ekspor mencapai HK$611,2 miliar atau setara dengan US$77,95 miliar pada bulan lalu. Angka ini menyusul performa impresif pada bulan April, di mana ekspor juga tumbuh hampir 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian pada bulan Mei ini menandai dua bulan berturut-turut di mana pertumbuhan ekspor melampaui angka 40 persen. Torehan tersebut mendekati rekor kinerja bulanan terbaik dalam beberapa dekade terakhir, yakni lonjakan 44 persen yang sempat tercatat pada Januari 2021 silam.
Di sisi lain, sektor impor juga mengalami pertumbuhan sebesar 42 persen menjadi HK$655,4 miliar pada bulan Mei. Kondisi ini menghasilkan defisit perdagangan sebesar HK$44,2 miliar untuk bulan tersebut, yang mencerminkan sekitar 6,7 persen dari nilai total impor yang masuk ke wilayah Hong Kong.
Jika melihat akumulasi selama lima bulan pertama tahun 2026, total ekspor Hong Kong secara keseluruhan telah naik sebesar 36,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, volume impor tercatat tumbuh lebih tinggi, yakni mencapai 39,6 persen dalam rentang waktu yang sama.
Juru bicara pemerintah menyatakan bahwa ekspansi ekspor yang kuat pada bulan Mei didukung oleh permintaan global yang sangat tinggi terhadap produk elektronik berbasis AI. Hampir seluruh pasar ekspor utama Hong Kong mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, menegaskan posisi wilayah tersebut sebagai pusat distribusi teknologi global yang vital.