Ekuador berhasil menjaga asa mereka di Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Jerman dalam laga terakhir Grup E yang berlangsung di New Jersey. Kemenangan ini memastikan langkah wakil Amerika Selatan tersebut melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Jerman, yang telah memastikan diri sebagai juara grup, tampil impresif saat Leroy Sane mencetak gol pembuka ketika laga baru berjalan kurang dari dua menit. Gol tersebut sempat memicu kontroversi karena para pemain Ekuador memprotes keras dugaan pelanggaran yang dilakukan Aleksandar Pavlovic terhadap Pedro Vite sebelum gol tercipta.
Namun, Ekuador tidak patah semangat. Hanya tujuh menit berselang, Nilson Angulo berhasil menyamakan kedudukan melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Gol tersebut tercipta setelah Felix Nmecha kehilangan penguasaan bola di area pertahanannya sendiri, memberikan kesempatan bagi Angulo untuk menaklukkan kiper Manuel Neuer.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan semakin meningkat. Jerman sempat mengira mendapatkan hadiah penalti setelah Kai Havertz dijatuhkan di kotak terlarang. Namun, intervensi VAR (Video Assistant Referee) membatalkan keputusan tersebut setelah wasit melihat adanya pelanggaran yang dilakukan Sane terhadap Vite dalam proses serangan yang sama.
Momen penentu akhirnya tiba 13 menit sebelum pertandingan berakhir. Gonzalo Plata mencetak gol kemenangan melalui sontekan jarak dekat yang menyambut umpan matang. Gol ini disambut sorak-sorai meriah oleh ribuan pendukung Ekuador di stadion, sekaligus mengunci posisi tim mereka di fase gugur.
Bagi Jerman, kekalahan ini menjadi evaluasi penting sebelum mereka bertolak ke Foxborough untuk melakoni babak 32 besar pada hari Senin mendatang. Sementara itu, Ekuador merayakan pencapaian besar ini dengan penuh emosi, membuktikan ketangguhan mental mereka setelah sempat tertinggal lebih dulu dari raksasa Eropa tersebut.