Bisnis & Startup

Frasers Property Rombak Portofolio Hospitality Senilai S$2,1 Miliar

Frasers Property Rombak Portofolio Hospitality Senilai S$2,1 Miliar

Ringkasan

  • Frasers Property mengumumkan restrukturisasi portofolio hospitality senilai S$2,1 miliar melalui penjualan saham ke TCC Group Investments.

Singapura – Perusahaan properti multinasional, Frasers Property, mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran pada portofolio hospitality miliknya yang mencakup aset senilai S$2,1 miliar atau setara US$1,6 miliar. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengoptimalkan efisiensi modal dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham perusahaan.

Dalam rencana tersebut, Frasers Property akan menjual 63,28 persen kepemilikan sahamnya di lima properti kepada TCC Group Investments Limited (TCCGI), yang merupakan mitra sekaligus pemegang saham eksisting di Frasers Hospitality Trust (FHT). TCCGI, sebuah konglomerat investasi asal Thailand, saat ini telah menguasai 36,72 persen saham dalam portofolio tersebut.

Lima properti yang akan dialihkan merupakan aset dengan imbal hasil stabil namun cenderung rendah, dengan total nilai mencapai S$1,1 miliar. Aset-aset tersebut meliputi Frasers House di Singapura, The Westin Kuala Lumpur di Malaysia, Fraser Suites Queens Gate dan Fraser Suites Edinburgh di Inggris, serta ANA Crowne Plaza Kobe dan Koto No Hako di Jepang.

Selain aset stabil, Frasers Property juga melakukan kategorisasi ulang terhadap portofolio lainnya. Sebanyak empat properti yang dianggap memiliki potensi imbal hasil lebih tinggi, seperti Novotel Sydney Darling Square dan beberapa properti di London, akan dikelola dengan struktur kepemilikan baru di mana TCCGI memegang 50,05 persen dan Frasers Property memegang 49,95 persen.

Perusahaan juga menetapkan empat properti lainnya sebagai aset non-inti dengan nilai S$0,3 miliar yang direncanakan untuk divestasi di masa mendatang. Sementara itu, Fraser Suites Singapore akan dikuasai sepenuhnya oleh Frasers Property untuk memfasilitasi rencana pengembangan ulang (redevelopment) di kawasan Valley Point, mengingat lokasinya yang strategis.

Chief Financial Officer Frasers Property, Loo Choo Leong, menyatakan bahwa restrukturisasi ini bertujuan untuk membebaskan modal agar dapat dialokasikan pada peluang investasi dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Langkah ini dipandang sebagai upaya krusial untuk memperbaiki neraca keuangan perusahaan serta memastikan pendapatan berkelanjutan melalui kemitraan strategis yang tetap terjaga.

Mengapa Ini Penting

Langkah restrukturisasi ini memberikan contoh bagaimana perusahaan properti global mengelola aset di tengah tekanan yield rendah untuk menjaga likuiditas. Bagi pasar Indonesia, strategi ini relevan bagi pengembang properti lokal yang ingin melakukan efisiensi modal melalui kemitraan strategis atau divestasi aset non-inti di sektor perhotelan.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
25 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit