Internasional

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Jepang Utara, Tidak Ada Ancaman Tsunami

Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Jepang Utara, Tidak Ada Ancaman Tsunami

Ringkasan

  • Gempa magnitudo 6,9 mengguncang wilayah utara Jepang.
  • Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan dan belum ada laporan kerusakan besar.

TOKYO – Wilayah utara Jepang diguncang oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 pada Kamis (25/6). Badan Meteorologi Jepang (JMA) segera mengonfirmasi bahwa guncangan tersebut tidak memicu peringatan tsunami bagi wilayah pesisir di sekitar titik pusat gempa.

Berdasarkan laporan resmi dari JMA, pusat gempa berada di lepas pantai wilayah Iwate dengan kedalaman sekitar 50 kilometer di bawah permukaan laut. Hingga saat ini, otoritas setempat belum menerima laporan mengenai kerusakan infrastruktur skala besar maupun korban jiwa akibat peristiwa seismik tersebut.

Salah seorang warga di kota Hashikami, yang merasakan getaran paling kuat, mengungkapkan kepada media bahwa kondisi rumahnya tetap aman. Kerusakan minor yang terjadi hanyalah sebuah bingkai foto yang terjatuh dari dinding. Situasi di kota Hachinohe juga terpantau kondusif, di mana lalu lintas berjalan normal dan lampu pengatur jalan tetap berfungsi seperti biasa.

Jepang secara geografis dikenal sebagai salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia. Negara ini terletak di atas pertemuan empat lempeng tektonik utama yang berada di sepanjang tepi barat 'Cincin Api' Pasifik. Dengan populasi sekitar 125 juta jiwa, Jepang mencatat ratusan gempa setiap tahunnya, yang mencakup sekitar 18 persen dari total gempa bumi global.

Sebagian besar gempa yang terjadi di Jepang tergolong ringan, namun dampak kerusakan sangat bergantung pada lokasi dan kedalaman pusat gempa. Memori kolektif masyarakat Jepang masih dihantui oleh bencana gempa dahsyat magnitudo 9,0 pada tahun 2011 yang memicu tsunami besar, mengakibatkan sekitar 18.500 orang tewas atau hilang, serta kehancuran pada pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Jepang terus memperketat pengawasan seismik. Sebelumnya, pada 20 April tahun ini, gempa berkekuatan 7,7 juga sempat melanda perairan Pasifik di lepas pantai prefektur Iwate. Otoritas sempat mengeluarkan peringatan khusus mengenai potensi gempa susulan berkekuatan magnitudo 8,0 atau lebih, meskipun peringatan tersebut akhirnya dicabut setelah satu minggu pemantauan intensif.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi Indonesia yang juga berada di kawasan Cincin Api Pasifik mengenai pentingnya sistem mitigasi bencana yang tangguh dan responsif. Selain itu, pengalaman Jepang dalam mengelola infrastruktur tahan gempa dapat menjadi referensi bagi pengembangan teknologi konstruksi bangunan di Indonesia guna meminimalisir dampak kerugian di masa depan.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit