Teknologi

Hak Siar Bundesliga di AS Resmi Milik USA Sports hingga 2031

Ringkasan

  • Versant Media melalui USA Sports mengamankan hak siar eksklusif Bundesliga di Amerika Serikat mulai Agustus hingga musim 2030-2031, sebagai strategi menguatkan program siaran langsung.

Versant Media melalui USA Sports resmi mengambil alih hak siar eksklusif Bundesliga di Amerika Serikat mulai Agustus mendatang. Kesepakatan multi-tahun yang berlaku hingga musim 2030-2031 ini menandai pergeseran besar dalam distribusi siaran olahraga langsung di pasar media yang sudah jenuh.

Penayangan akan terpusat pada USA Network dan layanan streaming Fandango. Sebanyak lebih dari 300 pertandingan langsung setiap musim akan hadir, dengan minimal 30 laga disiarkan melalui saluran kabel USA Network. Sisanya dapat diakses secara gratis di platform Fandango, mencakup klub besar seperti Bayern Munich, Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, dan RB Leipzig.

Langkah ini bukan sekadar pertukaran pemegang hak siar. Industri media di AS saat ini berlomba mengamankan konten langsung karena tayangan on-demand mulai kehilangan daya tarik sebagai pembeda. Program live dianggap sebagai magnet terkuat untuk menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan basis penonton yang mulai berpindah ke berbagai platform.

Sebelumnya, ESPN+ memegang hak siar Bundesliga sejak 2019 untuk periode 2020–2026. Keputusan Versant mengambil alih hak tersebut lebih awal mencerminkan strategi agresif perusahaan baru yang ingin membangun portofolio olahraga jangka panjang. USA Sports kini juga memegang hak WNBA, PGA of America, dan DP World Tour yang semuanya berlaku hingga dekade 2030-an.

Pertumbuhan basis penggemar menjadi alasan kuat di balik investasi besar ini. Menurut Robin Austermann, Executive Vice President Bundesliga Americas, jumlah penggemar Bundesliga di AS melonjak 43 persen selama lima tahun terakhir. Angka tersebut membuat kompetisi Jerman itu semakin layak sebagai komoditas siaran yang menguntungkan.

Bagi pembaca Indonesia, manuver di AS tersebut menyajikan cerminan tentang arah industri penyiaran olahraga digital. Di tanah air, hak siar liga-liga top Eropa seperti Premier League atau Bundesliga selama ini dikuasai oleh penyedia berbayar seperti Mola TV atau beIN Sports. Model akses gratis dengan dukungan iklan seperti Fandango belum menjadi tren utama, meski Vidio sempat menayangkan sebagian pertandingan melalui skema freemium.

Persaingan platform streaming lokal juga menghadapi tantangan serupa: pasar mulai matang dan akuisisi pelanggan baru makin mahal. Strategi menggratiskan sebagian konten live berpotensi menjadi opsi untuk mendongkrak traffic, terutama bagi penyedia yang ingin memperluas ekosistem iklan. Namun, hal ini membutuhkan kemampuan monetisasi yang solid agar tidak merugikan pemegang hak.

Dampak lain yang perlu dicatat adalah kemungkinan perubahan perilaku konsumsi penggemar sepak bola Indonesia. Jika akses global melalui VPN memudahkan mereka menyaksikan siaran gratis Fandango, ini bisa menggerus pelanggan berbayar lokal. Di sisi lain, munculnya standar produksi siaran langsung yang kaya fitur dapat memicu tuntutan kualitas lebih tinggi terhadap layanan domestik.

Robin Austermann menegaskan bahwa ekspansi ke pasar AS merupakan respons langsung atas tingginya minat publik terhadap Bundesliga. “Pertumbuhan 43 persen dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa sepak bola Jerman memiliki daya tarik kuat di luar Eropa,” ujarnya. Pernyataan itu sekaligus mengonfirmasi bahwa pasar Amerika kini dianggap setara dengan wilayah tradisional pendukung klub.

Portofolio USA Sports semakin beragam dengan masuknya Bundesliga. Selain kompetisi sepak bola Jerman, mereka sudah menguasai hak siar bola basket wanita (WNBA), golf profesional (PGA), dan tur golf DP World Tour. Semua kontrak tersebut dirancang berjalan hingga tahun 2030-an, menciptakan fondasi penayangan live yang stabil bagi Versant.

Kickoff penayangan akan dimulai pada 22 Agustus dengan laga bertajuk “Der Klassiker” dalam ajang Franz Beckenbauer Supercup. Bayern Munich sebagai juara bertahan akan menghadapi Borussia Dortmund, rival abadi yang selalu menyita perhatian global. Pemilihan pertandingan pembuka ini sengaja dilakukan untuk menciptakan momentum penonton sejak hari pertama.

Ke depan, tren pengalihan hak siar ke platform hybrid berbayar dan gratis diprediksi meluas ke liga lain. Bundesliga menjadi contoh bagaimana liga dapat menjangkau audiens lebih luas tanpa mengabaikan nilai komersial. Bagi Indonesia, kolaborasi antara pemegang hak dan platform lokal berbasis iklan mungkin menjadi jawaban atas tingginya permintaan konten olahraga terjangkau.

Mengapa Ini Penting

Perpindahan hak siar Bundesliga ke model hybrid berbayar dan gratis di AS menunjukkan bahwa ekonomi streaming kini bergeser dari akuisisi langganan murni ke monetisasi iklan melalui konten live. Bagi Indonesia, tren ini dapat mempercepat masuknya model freemium pada platform lokal seperti Vidio atau Mola yang selama ini mengandalkan paywall ketat. Di sisi lain, pengguna Indonesia yang mahir teknologi mungkin beralih ke layanan luar negeri jika akses gratis tersedia, berpotensi mengurangi pendapatan pemegang hak domestik. Pemerintah dan regulator perlu mempertimbangkan kebijakan netralitas internet serta perlindungan hak kekayaan intelektual agar ekosistem siaran olahraga lokal tetap sehat.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit