Rapat paripurna DPR RI pada Selasa (21/7) menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia. Ketua DPR Puan Maharani memimpin rapat dan menanyakan persetujuan atas laporan Komisi I, yang dijawab setuju oleh seluruh peserta rapat.
Sebelumnya, Komisi I DPR bersama Kementerian Pertahanan telah menyetujui hibah ini pada Senin (20/7). Langkah ini menjadi babak baru dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi merupakan kapal kelas ringan seberat sekitar 13.000 ton yang telah beroperasi sejak 1985. Kapal ini mampu mengoperasikan pesawat tempur V/STOL seperti AV-8B Harrier II dan berbagai helikopter. Hibah ini kemungkinan terkait rencana Italia untuk mengganti kapal tersebut dengan unit yang lebih modern.
Kehadiran Garibaldi akan menjadikan Indonesia salah satu negara di Asia Tenggara yang mengoperasikan kapal induk. Thailand memang sudah memiliki HTMS Chakri Naruebet, tetapi Garibaldi menawarkan kemampuan proyeksi kekuatan laut yang lebih besar berkat desain dan sistem persenjataannya.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul mengatakan bahwa Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung disiapkan sebagai tempat labuh dan sandar. Pembangunan fasilitas masih terus berjalan dan ditargetkan selesai sebelum kapal tiba. "Hingga saat ini, pembangunan fasilitas terus berjalan, sehingga harapannya sebelum Garibaldi tiba di Indonesia seluruh fasilitas sudah siap dan terdukung," ujar Tunggul.
Personel TNI AL yang akan mengawaki kapal induk tersebut telah berada di Italia untuk mengikuti pelatihan. Penyeberangan kapal menuju Indonesia akan menggunakan konsep joint crew, di mana prajurit TNI AL dan Angkatan Laut Italia bersama-sama mengawakinya. "Setelah itu akan melaksanakan penyeberangan lintas laut dengan konsep joint crew. Jadi joint crew itu merupakan personel pengawak yang sebagian dari personel TNI AL dan sebagian lagi dari personel Angkatan Laut Italia," jelas Tunggul.
Setibanya di Indonesia, akan dilakukan serah terima. Selanjutnya, pengawak penuh akan dilakukan oleh prajurit TNI Angkatan Laut. Langkah ini memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal sebelum kapal resmi beroperasi.
Kehadiran kapal induk ini akan memperkuat pertahanan maritim Indonesia, terutama dalam pengamanan wilayah perairan luas dan operasi penegakan kedaulatan. Namun, tantangan besar mengintai: biaya operasional dan perawatan yang tinggi. Pemerintah harus menyiapkan anggaran khusus dan terus meningkatkan kompetensi personel agar kapal dapat beroperasi maksimal.
Menurut analis militer, hibah ini juga memiliki nilai strategis dalam hubungan bilateral Indonesia-Italia. Selain itu, Indonesia dapat mempelajari pengoperasian kapal induk dari negara lain yang sudah berpengalaman, sehingga adopsi teknologi dan taktik dapat lebih cepat.
Ke depan, pemerintah akan fokus menyelesaikan infrastruktur pendukung di Lampung dan memperkuat pelatihan personel. Kapal Garibaldi diharapkan mampu segera bergabung dalam armada TNI AL dan meningkatkan kesiapan tempur, sekaligus mempertegas kedaulatan maritim Indonesia di kawasan.