Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, menegaskan komitmennya dalam mengawal implementasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan setiap keluarga memiliki hunian yang layak, yang nantinya menjadi fondasi utama dalam menciptakan keluarga sehat serta desa yang sejahtera.
Dalam keterangannya di Jakarta, Ibas menekankan bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan kebutuhan dasar yang krusial untuk membangun ketenteraman keluarga. Menurutnya, hunian yang aman dan layak akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara luas, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur kesejahteraan keluarga di tingkat akar rumput.
Ibas menyoroti masih banyaknya aspirasi masyarakat terkait kebutuhan perbaikan rumah yang belum memadai. Ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi tersebut agar jangkauan program BSPS dapat diperluas, sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat hunian yang sehat, aman, dan jauh dari kondisi atap bocor atau dinding rapuh.
Lebih lanjut, Ibas mengaitkan pembangunan rumah layak dengan filosofi Jawa 'rukun ing omah, tentrem ing urip'. Ia meyakini bahwa lingkungan keluarga yang tenang dan harmonis merupakan modal dasar dalam membangun negara yang kuat dan maju. Oleh karena itu, perbaikan rumah warga dipandang sebagai langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang produktif.
Program BSPS, yang telah dirintis sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dinilai memiliki dampak signifikan meski nilai bantuan stimulan sebesar Rp20 juta tergolong terbatas. Ibas menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada semangat gotong royong antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menyelesaikan proses renovasi rumah secara mandiri dan transparan.
Sebagai bukti nyata komitmennya, Ibas melakukan peninjauan langsung pelaksanaan program BSPS di Desa Mendolo Kidul, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu (4/7). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyosialisasikan empat pilar MPR RI dengan tema 'Satu Rasa Satu Bangsa', yang mengintegrasikan konsep hunian layak dengan ketahanan keluarga dan kemajuan desa di Indonesia.