Pihak berwenang Amerika Serikat berhasil menangkap seorang tersangka utama dalam kasus penipuan dana bantuan COVID-19 di Minnesota setelah melakukan operasi internasional di Mogadishu, Somalia. Abdikerm Abdelahi Eidleh, pria berusia 42 tahun, diamankan pada Kamis lalu dalam sebuah operasi yang melibatkan kerja sama erat antara FBI dan Badan Intelijen dan Keamanan Nasional Somalia. Penangkapan ini menandai babak baru dalam pengejaran para pelaku yang terlibat dalam skema pencurian dana bantuan federal berskala besar.
Eidleh disebut-sebut sebagai orang kedua di bawah komando Aimee Bock, yang sebelumnya telah dinyatakan bersalah sebagai otak di balik organisasi nirlaba 'Feeding Our Future'. Organisasi tersebut diduga menyalahgunakan dana federal yang seharusnya diperuntukkan bagi penyediaan nutrisi anak-anak selama pandemi COVID-19. Kasus ini sempat mencuat pada tahun 2022 dengan total 47 orang didakwa atas penipuan senilai sekitar 250 juta dolar AS, menjadikannya salah satu kasus penipuan bantuan pandemi terbesar di Amerika Serikat.
Menurut dokumen kejaksaan, peran Eidleh sangat krusial dalam menjalankan skema penipuan tersebut. Ia diduga berperan merekrut operator lapangan, mengumpulkan suap, serta menerima kickback yang disamarkan sebagai biaya konsultasi melalui perusahaan cangkang. Selain itu, Eidleh dituduh mendirikan situs penyedia makanan fiktif dengan menggunakan identitas orang lain, serta mengklaim telah melayani ribuan anak setiap harinya untuk mengklaim pembayaran dari pemerintah.
Setelah skema penipuan tersebut terungkap oleh otoritas AS, Eidleh diketahui melarikan diri ke Somalia untuk menghindari jeratan hukum. Jaksa Distrik Minnesota, Daniel Rosen, menyebut penangkapan Eidleh sebagai keberhasilan besar dalam upaya penegakan hukum, mengingat posisinya yang sangat strategis dalam jaringan tersebut. Pihak berwenang AS memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas negara yang memungkinkan eksekusi penangkapan ini berjalan lancar.
Kasus ini telah memicu ketegangan yang lebih luas terkait kebijakan imigrasi dan perlakuan terhadap komunitas Somalia di Minnesota, yang merupakan komunitas diaspora Somalia terbesar di Amerika Serikat. Pemerintah AS di bawah administrasi saat ini telah mengambil langkah tegas, termasuk ancaman pencabutan kewarganegaraan bagi warga naturalisasi yang terbukti melakukan penipuan. Situasi ini diperparah dengan retorika politik yang tajam dan peningkatan pengawasan ketat oleh agen imigrasi federal di wilayah Minneapolis.
Penangkapan Eidleh tidak hanya menjadi kemenangan bagi departemen kehakiman AS dalam menuntaskan kasus Feeding Our Future, tetapi juga mengirimkan pesan tegas bahwa pelaku kejahatan keuangan tidak dapat bersembunyi selamanya di luar jangkauan hukum domestik. Dengan ditangkapnya Eidleh, otoritas AS berharap dapat mengungkap lebih dalam aliran dana ilegal dan memperkuat keamanan sistem bantuan sosial dari potensi eksploitasi serupa di masa depan.