Dunia sepak bola Hong Kong tengah diguncang skandal besar setelah otoritas setempat melakukan operasi penangkapan terhadap 19 orang yang diduga terlibat dalam sindikat taruhan ilegal dan pengaturan skor. Dari daftar nama yang beredar, dua di antaranya merupakan pelatih sepak bola ternama di kota tersebut, yang memicu kekhawatiran serius mengenai integritas kompetisi olahraga di wilayah itu.
Sosok yang diidentifikasi dalam kasus ini adalah Lo Kwan-yee, pelatih kepala klub juara divisi pertama Supreme, serta Poon Man-chun, pelatih tim U-18 dan U-22 dari juara Liga Premier Kitchee. Keterlibatan mereka dalam jaringan ini diduga mencakup manipulasi hasil pertandingan serta pengelolaan taruhan gelap yang telah berlangsung cukup lama.
Komisi Independen Anti-Korupsi (ICAC) Hong Kong, melalui penyelidik utama Bill Ng Siu-kei, mengonfirmasi bahwa pihaknya bersama kepolisian telah berhasil membongkar sindikat yang dijalankan oleh oknum di dalam ekosistem sepak bola. Penyelidikan ini menyasar personel dari setidaknya lima klub sepak bola profesional yang beroperasi di Hong Kong.
Secara keseluruhan, terdapat delapan tersangka yang ditangkap atas tuduhan pengaturan skor, 10 orang terkait perjudian ilegal, dan seorang pemain sepak bola berusia 24 tahun yang terjerat kedua pelanggaran tersebut. Sindikat ini dilaporkan tidak hanya beroperasi di liga lokal, tetapi juga memasang taruhan pada berbagai pertandingan internasional termasuk Piala Dunia.
Menanggapi skandal ini, pihak manajemen klub Supreme mengeluarkan pernyataan resmi untuk meredam spekulasi. Meskipun tidak menyebutkan nama individu yang ditangkap, mereka menegaskan bahwa seluruh pemain dan staf telah memberikan upaya maksimal di setiap pertandingan selama tiga musim terakhir dan tetap memegang teguh semangat kompetisi yang adil.
Kasus ini menjadi pukulan telak bagi kredibilitas sepak bola di Hong Kong. Otoritas setempat berkomitmen untuk terus melakukan investigasi mendalam guna membersihkan industri olahraga dari praktik korupsi dan perjudian yang merusak sportivitas, serta memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.