Bisnis & Startup

Investasi Turki di KEK Sei Mangkei Perkuat Hilirisasi Industri Indonesia

Investasi Turki di KEK Sei Mangkei Perkuat Hilirisasi Industri Indonesia

Ringkasan

  • Investasi PT Evyap Sabun Indonesia sebesar Rp 2,34 triliun di KEK Sei Mangkei memperkuat hilirisasi industri oleokimia dan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menyatakan bahwa peresmian pabrik PT Evyap Sabun Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat agenda hilirisasi nasional. Investasi senilai 130 juta dolar AS atau setara dengan Rp 2,34 triliun ini merupakan salah satu penanaman modal terbesar dari Turki dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi perekonomian domestik.

Fasilitas produksi yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, ini diproyeksikan tidak hanya akan meningkatkan kapasitas ekspor nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di daerah. Dubes Achmad menegaskan bahwa kolaborasi strategis ini membuktikan kepercayaan investor global terhadap iklim investasi Indonesia yang semakin kompetitif dan stabil.

Peresmian pabrik tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin dan Deputi Hilirisasi Investasi Heldy Satrya Putra. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah dalam menciptakan ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari pemerintah pusat hingga pengelola kawasan ekonomi.

Sektor industri yang digeluti Evyap memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem kelapa sawit Indonesia, yang merupakan komoditas unggulan nasional. Dengan memanfaatkan produk turunan sawit, fasilitas baru ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global untuk sektor oleokimia, produk kebersihan, serta barang konsumen, sekaligus mendorong hilirisasi produk berbasis sumber daya alam.

Fasilitas di KEK Sei Mangkei ini memiliki kapasitas produksi sebesar 250.000 ton per tahun. Pencapaian ini menempatkan Evyap sebagai produsen oleokimia terbesar kelima di dunia dengan total kapasitas produksi mencapai 680.000 ton. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia kini semakin diperhitungkan sebagai basis produksi strategis bagi perusahaan multinasional.

Keberhasilan investasi ini diharapkan dapat menjadi magnet bagi perusahaan Turki lainnya untuk menanamkan modal di Indonesia. KBRI Ankara berkomitmen untuk terus memfasilitasi diplomasi ekonomi yang berorientasi pada hasil konkret, guna membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan antara pelaku usaha dari kedua negara.

Mengapa Ini Penting

Investasi ini menunjukkan keberhasilan strategi pemerintah dalam menarik modal asing untuk mengolah bahan mentah domestik menjadi barang bernilai tambah tinggi di dalam negeri. Hal ini krusial bagi transformasi ekonomi Indonesia dari negara pengekspor komoditas menjadi pusat industri manufaktur global, sekaligus membuka peluang transfer teknologi dalam sektor oleokimia.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit