Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Banten resmi menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) II pada Minggu, 5 Juli 2026, bertempat di Hotel Vega Gading Serpong. Mengusung tema "Pahami Dirimu, Peluk Erat Jiwamu," perhelatan ini menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk melakukan evaluasi program kerja serta menentukan arah kepengurusan periode 2026-2030.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan seminar daring bertajuk "Membaca Luka yang Tak Terlihat: Mengenali Trauma dan Dinamika Psikologis dalam Perspektif Klinis dan Medis." Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap peran vital psikolog klinis dalam ekosistem kesehatan nasional.
Dalam sambutannya, dr. Ati menekankan bahwa kesehatan mental merupakan komponen esensial yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan fisik secara menyeluruh. Pemerintah Provinsi Banten kini tengah memprioritaskan integrasi layanan kesehatan jiwa ke seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas, sebagai bentuk respons atas meningkatnya prevalensi gangguan mental di masyarakat.
Salah satu tantangan utama yang disoroti adalah ketimpangan distribusi tenaga psikolog klinis. Saat ini, dari sekitar 200 tenaga profesional yang ada di Banten, mayoritas masih terpusat di wilayah Tangerang Raya. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan tengah melakukan pemetaan kebutuhan di delapan kabupaten dan kota guna memastikan pemerataan akses layanan psikologi di wilayah barat hingga selatan Banten.
Selama masa kepengurusan 2022-2026, IPK Banten telah mencatatkan berbagai capaian strategis. Beberapa di antaranya meliputi kemitraan dengan RSUD Provinsi Banten untuk pemeriksaan psikologi bakal calon kepala daerah, penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jiwa Terpadu, serta dukungan aktif dalam program Banten Bebas Pasung melalui pendekatan promotif dan preventif.
Selain kolaborasi lokal, IPK Indonesia Wilayah Banten juga memperkuat keterlibatan dalam program nasional seperti Healthy Adolescent Thrive (HAT) yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kesehatan mental yang lebih inklusif, profesional, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Banten.