Sains

ITB Perkuat Ketahanan Nasional Melalui Kedaulatan Sains dan Kolaborasi Lintas Sektor

ITB Perkuat Ketahanan Nasional Melalui Kedaulatan Sains dan Kolaborasi Lintas Sektor

Ringkasan

  • ITB menganugerahkan penghargaan kepada tokoh strategis dari BMKG, Pertamina, dan Bank Indonesia sebagai langkah memperkuat kedaulatan sains dan ketahanan nasional.

Institut Teknologi Bandung (ITB) baru saja menyelenggarakan penganugerahan penghargaan prestisius dalam rangkaian Sidang Terbuka Peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI). Penghargaan ini diberikan kepada sejumlah tokoh strategis dari berbagai sektor, mulai dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sektor energi melalui Pertamina, hingga sektor keuangan melalui Bank Indonesia. Inisiatif ini menegaskan pentingnya kedaulatan sains sebagai fondasi utama dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, yang menerima penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama, menekankan bahwa sinergi antara sains iklim, kebijakan moneter, dan energi merupakan pilar krusial bagi kesiapan bangsa. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini harus terus diarusutamakan agar Indonesia mampu menghadapi perubahan iklim global secara adaptif dan berkelanjutan. Apresiasi dari ITB ini diharapkan menjadi pemantik bagi para ilmuwan dan praktisi untuk terus berinovasi demi kepentingan nasional.

Penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama yang diterima Dr. Ardhasena merupakan pengakuan atas dedikasinya dalam memimpin riset di tingkat internasional bersama World Meteorological Organization (WMO). Selain itu, kontribusinya dalam membimbing hampir 90 mahasiswa pascasarjana serta berbagai proyek penelitian strategis menjadi bukti nyata peran akademisi dalam mencetak generasi penerus yang kompeten dan berorientasi pada solusi praktis bagi masyarakat.

Di sektor energi, ITB memberikan penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama kepada Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. Penghargaan ini menyoroti peran vital sektor energi dalam menopang stabilitas nasional. Sinergi antara dunia akademik dan industri energi diharapkan mampu mempercepat transisi energi serta inovasi teknologi yang lebih efisien, yang pada akhirnya akan memperkuat kemandirian energi Indonesia di masa depan.

Stabilitas ekonomi makro juga menjadi sorotan dengan diberikannya penghargaan kepada Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Keterlibatan sektor finansial dalam ekosistem kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketahanan nasional tidak hanya bergantung pada kemajuan sains dan teknologi, tetapi juga pada kebijakan moneter yang tangguh. Integrasi antara sains, energi, dan finansial dipandang sebagai jawaban konkret atas dinamika perubahan global yang bergerak cepat.

Selain tokoh nasional, ITB turut memberikan apresiasi kepada peneliti internasional seperti Prof. Zhang Baohua dari Tsinghua University dan Prof. Nicholas Rawlinson dari University of Cambridge. Rektorat ITB menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen jangka panjang institusi untuk terus merangkul mitra strategis global. Dengan mempertemukan para pakar dari berbagai disiplin ilmu, ITB berupaya melahirkan inovasi yang tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pentingnya kolaborasi pentahelix antara akademisi, pemerintah, dan industri dalam menghadapi tantangan global. Bagi industri teknologi, sinergi ini menjadi sinyal bahwa riset berbasis sains kini menjadi basis utama pengambilan kebijakan ekonomi dan energi di Indonesia.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit