Berita

Jawa Timur Deklarasikan Diri sebagai Provinsi Event untuk Dongkrak Sektor Pariwisata

Jawa Timur Deklarasikan Diri sebagai Provinsi Event untuk Dongkrak Sektor Pariwisata

Ringkasan

  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mendeklarasikan diri sebagai provinsi event untuk meningkatkan kunjungan wisatawan melalui strategi sport tourism.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi mendeklarasikan diri sebagai provinsi dengan penyelenggaraan event terbanyak di Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menggenjot angka kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, ke 38 kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Data menunjukkan bahwa sekitar 30 persen pelancong yang datang ke Jawa Timur didorong oleh berbagai agenda kegiatan yang diselenggarakan sepanjang tahun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, menegaskan bahwa ribuan event yang digelar secara berkelanjutan menjadi bukti komitmen daerah dalam membangun ekosistem pariwisata yang dinamis. Dalam kesempatan di ajang Malang Trail Runners (Mantra) 116 di Kabupaten Pasuruan, ia menyebutkan bahwa optimalisasi sektor sport tourism atau wisata olahraga merupakan salah satu pilar utama penggerak ekonomi lokal yang sangat efektif.

Konsep eco-sport tourism kini menjadi fokus utama pengembangan pariwisata Jawa Timur. Dengan memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah, pemerintah daerah berupaya menarik minat wisatawan asing yang memiliki ketertarikan tinggi pada aktivitas olahraga di alam terbuka. Ajang Mantra 116, yang berhasil menarik 4.014 pelari dari 22 negara di Eropa, Afrika, dan Asia, menjadi tolok ukur keberhasilan integrasi antara olahraga dan promosi destinasi wisata.

Kegiatan Mantra 116 yang berlangsung pada 3-5 Juli 2026 ini mempertandingkan enam kategori jarak, mulai dari 10 kilometer hingga 116 kilometer, dengan rute baru yang menantang di jalur Lincing. Acara yang sempat terhenti akibat pandemi ini kini kembali hadir sebagai simbol kebangkitan sport tourism di Jawa Timur, memberikan dampak ekonomi signifikan bagi sektor perhotelan, transportasi, serta pelaku usaha mikro dan kecil di sekitar lokasi acara.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut positif penyelenggaraan ajang berskala internasional ini. Ia menyoroti potensi eksplorasi lereng Gunung Arjuno dan keindahan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo sebagai daya tarik utama. Menurutnya, inovasi dalam penyelenggaraan event tidak hanya sekadar menarik kunjungan, tetapi juga menciptakan energi positif bagi pembangunan ekonomi kreatif di daerah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, menekankan pentingnya sinergi antara pariwisata dan pelestarian lingkungan. Melalui pemberian Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi), kawasan Tahura Raden Soerjo tetap terjaga fungsinya sekaligus menjadi etalase keindahan alam Jawa Timur. Kampanye pengawetan dan pengayaan kawasan konservasi menjadi poin krusial yang diintegrasikan dalam setiap kegiatan olahraga agar pariwisata berbasis alam tetap berkelanjutan di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Strategi menjadikan provinsi sebagai hub event berskala besar menjadi model pembangunan ekonomi daerah yang efektif dalam mengintegrasikan sektor jasa, transportasi, dan UMKM. Hal ini memberikan insight bagi wilayah lain tentang pentingnya diversifikasi produk wisata berbasis alam dan olahraga untuk menarik pasar global pasca-pandemi.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit