Berita

Jawa Timur Dominasi Kontingen Indonesia di Kompetisi Vokasi Dunia WSC 2026

Jawa Timur Dominasi Kontingen Indonesia di Kompetisi Vokasi Dunia WSC 2026

Ringkasan

  • Jawa Timur menjadi penyumbang kontingen terbanyak bagi Indonesia dalam ajang WorldSkills Competition 2026 di Shanghai, China.

Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam kancah pendidikan vokasi internasional. Sebanyak tujuh perwakilan dari Jawa Timur berhasil terpilih menjadi bagian dari 21 anggota kontingen Indonesia yang akan berlaga dalam ajang WorldSkills Competition (WSC) di Shanghai, China, pada September 2026 mendatang. Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kontributor peserta terbanyak secara nasional untuk kompetisi keterampilan bergengsi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh talenta muda yang terpilih. Dalam pesannya di Surabaya, ia memberikan motivasi agar para peserta dapat menunjukkan kompetensi terbaik mereka guna mengharumkan nama Indonesia di panggung global. Keikutsertaan ini dipandang sebagai bukti nyata dari keberhasilan integrasi kurikulum pendidikan dengan standar kebutuhan industri masa kini.

Menurut Aries, dominasi Jawa Timur dalam seleksi ini merupakan buah dari kolaborasi strategis antara sekolah menengah kejuruan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Sinergi ini memungkinkan pihak pendidikan untuk mengidentifikasi kesenjangan kompetensi yang ada, kemudian menyelaraskannya dengan standar global yang ditetapkan dalam WorldSkills. Langkah ini menjadi krusial dalam memastikan lulusan vokasi memiliki daya saing tinggi.

WorldSkills Competition 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22–27 September 2026 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai. Ajang ini akan mempertemukan lebih dari 1.400 talenta muda dari lebih dari 70 negara yang berkompetisi dalam 64 bidang keahlian. Kontingen Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, akan bersaing dalam berbagai kategori teknis seperti mekatronika, pengembangan perangkat lunak, hingga teknologi kendaraan berat.

Dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan global, seluruh peserta telah menjalani rangkaian Training Center (TC) yang intensif bekerja sama langsung dengan pihak industri. Program persiapan ini telah dimulai sejak April 2026 di China, dan akan diperkuat dengan sesi latihan tanding (sparing) di Korea Selatan pada Juli 2026. Durasi pelatihan ini disesuaikan dengan spesifikasi bidang kompetensi masing-masing peserta untuk memaksimalkan performa.

Proses seleksi peserta sendiri dilakukan melalui jalur yang ketat, yakni melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) secara berjenjang serta melalui Indonesia Skills (InaSkills) yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan terpilihnya tujuh perwakilan dari Jawa Timur, diharapkan standar kualitas pendidikan vokasi di daerah dapat terus meningkat dan menjadi tolok ukur bagi pengembangan sumber daya manusia unggul di seluruh wilayah Indonesia di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan ini membuktikan efektivitas kemitraan antara institusi pendidikan vokasi dan industri dalam mencetak tenaga kerja terampil yang berstandar global. Hal ini menjadi sinyal positif bagi industri teknologi dan manufaktur di Indonesia bahwa talenta lokal mampu bersaing di level internasional jika diberikan pelatihan yang tepat.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit