Internasional

Jenderal AS Terakhir yang Tinggalkan Afghanistan Mundur dari Jabatan

Jenderal AS Terakhir yang Tinggalkan Afghanistan Mundur dari Jabatan

Ringkasan

  • Jenderal Christopher Donahue, sosok terakhir yang meninggalkan Afghanistan pada 2021, resmi mundur dari jabatan komandan pasukan AS di Eropa dan Afrika.

Jenderal Christopher Donahue, komandan pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat untuk Eropa dan Afrika, secara mengejutkan memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Keputusan ini diumumkan langsung oleh pihak Angkatan Darat AS pada Selasa malam, menandai berakhirnya masa jabatan Donahue yang baru berjalan selama 18 bulan.

Donahue dikenal secara luas sebagai sosok tentara terakhir Amerika Serikat yang meninggalkan Afghanistan pada Agustus 2021. Momen tersebut menjadi sejarah penting dalam penarikan pasukan AS dari Kabul, di mana ia menaiki pesawat angkut C-17 terakhir setelah memastikan keamanan di Bandara Internasional Hamid Karzai selama proses evakuasi yang kacau.

Menurut pernyataan resmi Angkatan Darat, Donahue akan resmi melepaskan komandonya pada 2 Juli mendatang. Hingga saat ini, posisi tersebut akan diisi sementara oleh wakilnya, Mayor Jenderal Christopher Norrie, yang akan menjalankan tugas harian komando sampai penunjukan resmi dilakukan oleh otoritas terkait.

Pengunduran diri Donahue menambah daftar panjang perwira tinggi militer AS yang meninggalkan posisinya. Sejak Menteri Pertahanan Pete Hegseth menjabat, tercatat sudah ada hampir dua lusin petinggi militer yang memilih pensiun atau mengakhiri tugas lebih awal sebagai bagian dari kebijakan restrukturisasi organisasi.

Kebijakan yang diusung oleh Hegseth ini berfokus pada perampingan jajaran elit militer dengan semboyan 'lebih sedikit jenderal, lebih banyak prajurit lapangan'. Langkah ini mencerminkan pergeseran strategi dalam komando militer AS yang bertujuan untuk memangkas birokrasi di tingkat atas dan memperkuat efektivitas operasional di lapangan.

Donahue sendiri merupakan lulusan Akademi Militer West Point dengan karier panjang di pasukan khusus. Sebelum menjabat sebagai komandan di Eropa dan Afrika, ia pernah memimpin unit Delta Force di Irak dan Afghanistan, serta menjadi komandan Divisi Lintas Udara ke-82. Pengalamannya yang luas di zona konflik menjadikan kepergiannya sebagai salah satu perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan militer AS saat ini.

Mengapa Ini Penting

Perubahan kepemimpinan militer AS yang drastis mencerminkan pergeseran kebijakan pertahanan global yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan internasional. Bagi Indonesia, kebijakan perampingan struktur militer negara besar menjadi referensi penting dalam meninjau efisiensi birokrasi pertahanan nasional serta dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit