Internasional

Dua Badai Tropis Mengancam, Jepang Batalkan Lebih dari 100 Penerbangan

Dua Badai Tropis Mengancam, Jepang Batalkan Lebih dari 100 Penerbangan

Ringkasan

  • Jepang membatalkan lebih dari 100 penerbangan akibat ancaman dua badai tropis yang berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor di wilayah selatan.

Jepang kini berada dalam status siaga tinggi setelah dua badai tropis bergerak mendekati wilayah kepulauan tersebut pada Jumat (26/6). Otoritas cuaca setempat melaporkan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini telah memaksa maskapai penerbangan nasional untuk membatalkan lebih dari 100 jadwal penerbangan, guna memastikan keselamatan para penumpang dan kru di tengah potensi cuaca buruk yang meningkat.

Badai Tropis Mekkhala, yang sebelumnya berkekuatan topan, terpantau membawa hembusan angin dengan kecepatan mencapai 144 kilometer per jam. Hujan deras telah mulai mengguyur wilayah selatan dan barat Jepang sejak Jumat pagi, menciptakan risiko serius bagi infrastruktur lokal. Para ahli meteorologi memprediksi badai ini akan melintasi pulau Kyushu dan Shikoku selama akhir pekan.

Kondisi semakin rumit dengan adanya potensi terjadinya efek Fujiwhara, sebuah fenomena atmosfer di mana dua badai berinteraksi satu sama lain. Para pakar cuaca memperingatkan bahwa pertemuan antara Badai Mekkhala dan Badai Tropis Higos, yang saat ini berada di Pasifik, membuat pergerakan dan intensitas badai menjadi sangat sulit untuk diprediksi secara akurat.

Sebagai langkah mitigasi, Japan Airlines telah membatalkan 70 penerbangan, sementara All Nippon Airways menghentikan 50 penerbangan yang menghubungkan wilayah Okinawa dan Kagoshima. Pihak berwenang di Kyoto juga telah mengeluarkan imbauan evakuasi bagi ribuan penduduk setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap ancaman tanah longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi.

Sektor industri pun turut terdampak oleh cuaca buruk ini. Raksasa otomotif Toyota dilaporkan telah menghentikan operasional pabriknya di Kyushu akibat penutupan akses jalan, sementara Nissan juga berencana untuk menghentikan beberapa lini produksi mereka. Selain itu, militer Jepang terpaksa membatalkan jadwal penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey yang merupakan bagian dari latihan bersama dengan Amerika Serikat.

Otoritas di Kyoto dan Osaka saat ini terus memantau debit air sungai utama yang terpantau terus meningkat. Warga di wilayah tersebut diminta untuk tetap waspada terhadap potensi banjir bandang dan mematuhi setiap instruksi evakuasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah demi menghindari risiko yang tidak diinginkan selama badai berlangsung.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana fenomena cuaca ekstrem dapat mengganggu rantai pasok global, termasuk operasional perusahaan manufaktur besar seperti Toyota dan Nissan. Bagi industri di Indonesia, hal ini menjadi pengingat penting akan perlunya mitigasi risiko logistik dan ketahanan rantai pasok terhadap perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
26 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit