PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan performa gemilang sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan laporan kinerja terbaru, KAI Group sukses melayani total 258.993.359 pelanggan, yang mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 7,55 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas nasional.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa lonjakan jumlah penumpang ini dipicu oleh diversifikasi layanan yang menyasar berbagai segmen kebutuhan masyarakat. Mulai dari perjalanan harian bagi para komuter, perjalanan antarkota, akses menuju bandara, hingga layanan pariwisata, KAI Group terus berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi dengan sistem transportasi antarmoda lainnya.
Secara rinci, performa positif terlihat pada seluruh lini bisnis KAI Group. Layanan kereta api jarak jauh dan lokal mencatat 29,86 juta penumpang, sementara KAI Commuter berhasil melayani 204,15 juta pengguna. Peningkatan paling mencolok terjadi pada LRT Jabodebek yang melonjak 22,84 persen menjadi 16,02 juta penumpang, serta KAI Wisata yang mencatatkan pertumbuhan pesat hingga 64,45 persen, menandakan pemulihan sektor pariwisata berbasis kereta api.
Selain sektor penumpang, KAI juga memperkuat lini logistik dengan mencatatkan angkutan barang sebesar 32,50 juta ton. Penguatan sektor logistik ini menjadi elemen vital dalam mendukung rantai pasok nasional yang lebih efisien. KAI terus melakukan optimalisasi aset stasiun dan meningkatkan konektivitas wilayah untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar di seluruh pelosok negeri.
Inovasi layanan menjadi fokus utama KAI sepanjang semester ini. Langkah strategis yang dilakukan meliputi pengoperasian KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang mulai 1 Mei 2026 untuk memperkuat konektivitas lintas selatan dan timur Pulau Jawa, serta aktivasi Stasiun JIS. KAI juga berkomitmen pada aspek keselamatan dengan melakukan penutupan 172 perlintasan sebidang prioritas, serta mendorong penggunaan energi ramah lingkungan.
Ke depan, manajemen KAI Group menegaskan bahwa pertumbuhan ini tidak hanya diukur dari angka statistik, melainkan juga dari kualitas pelayanan yang diberikan. Dengan terus mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan, KAI berharap dapat terus menjadi solusi transportasi publik yang inklusif bagi ekonomi kerakyatan, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat modern yang semakin dinamis di berbagai wilayah operasional.