Internasional

Kisah Haru Kakek di Tiongkok Jadi Beauty Influencer Demi Biaya Pengobatan Cucu

Kisah Haru Kakek di Tiongkok Jadi Beauty Influencer Demi Biaya Pengobatan Cucu

Ringkasan

  • Seorang kakek berusia 75 tahun di Tiongkok viral setelah menjadi beauty influencer demi membiayai pengobatan cucunya yang menderita penyakit langka.

Seorang kakek berusia 75 tahun asal Provinsi Jiangsu, Tiongkok, bernama Zhu Yunchang, menarik perhatian publik setelah memutuskan untuk terjun ke dunia konten kreator sebagai beauty influencer. Keputusan yang tidak lazim bagi seorang pria lanjut usia ini diambil bukan karena mengejar popularitas, melainkan sebagai bentuk dedikasi mendalam demi membiayai pengobatan cucunya yang menderita penyakit langka.

Zhu Yunchang menghabiskan hari-harinya dengan merawat sang cucu, Cao Jingyan, yang kini berusia sembilan tahun. Sementara pada malam hari, saat cucunya beristirahat, Zhu beralih peran menjadi influencer di platform siaran langsung. Kegiatan ini ia lakukan dengan penuh ketekunan, bahkan seringkali ia harus menyiarkan konten hingga larut malam ditemani sang istri yang setia mendampinginya.

Motivasi utama di balik aksi ini adalah biaya pengobatan medis yang sangat fantastis. Sang cucu membutuhkan suntikan rutin dengan biaya mencapai 1,4 juta yuan atau sekitar Rp3,2 miliar per tahun sebelum adanya subsidi asuransi kesehatan pemerintah Tiongkok pada tahun 2021. Meski beban biaya telah berkurang, kebutuhan perawatan berkelanjutan tetap menuntut dana yang tidak sedikit.

Dalam siaran langsungnya, penonton sering disuguhi pemandangan unik di mana seorang kakek dengan canggung memulas riasan wajah. Ia mencoba mengikuti tren dunia kecantikan dengan mempraktikkan cara memakai lipstik atau mencoba berbagai produk kosmetik di lengannya. Meski tekniknya belum sempurna, ketulusan dan usahanya untuk belajar demi mendapatkan dukungan finansial dari penonton berhasil menyentuh hati banyak orang.

Zhu mengungkapkan bahwa tindakannya ini didorong oleh rasa kasih sayang yang besar kepada putri satu-satunya yang merupakan ibu dari Jingyan. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk meringankan beban keluarga dalam memastikan sang cucu mendapatkan akses perawatan kesehatan terbaik agar tetap bisa tumbuh dan berkembang layaknya anak-anak lainnya.

Kisah Zhu Yunchang menjadi pengingat kuat tentang kekuatan teknologi siaran langsung dalam menjembatani kebutuhan mendesak masyarakat dengan dukungan komunitas daring. Di tengah gempuran tren digital yang didominasi oleh generasi muda, sosok kakek ini membuktikan bahwa platform media sosial dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk aksi kemanusiaan dan solidaritas sosial di masa sulit.

Mengapa Ini Penting

Kisah ini menyoroti bagaimana platform digital dan ekonomi kreator dapat dimanfaatkan sebagai solusi alternatif pembiayaan kesehatan bagi keluarga yang membutuhkan. Fenomena ini relevan bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan potensi besar pemanfaatan teknologi siaran langsung untuk penggalangan dana sosial yang transparan dan tepat sasaran.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
27 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit