Ratusan pejabat tinggi militer China dilaporkan telah menyelesaikan pelatihan ideologi intensif yang berlangsung selama beberapa minggu. Program yang belum pernah terjadi sebelumnya ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman para perwira tinggi mengenai pidato Presiden Xi Jinping, sekaligus memperkuat loyalitas di tengah upaya pemberantasan korupsi yang terus digencarkan di dalam tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Detail mengenai kamp pelatihan yang berakhir pekan lalu ini diungkapkan secara luas oleh surat kabar resmi militer, PLA Daily, pada Rabu. Laporan tersebut menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan keputusan langsung dari Presiden Xi Jinping. Program pelatihan ini telah dimulai sejak 8 April lalu sebagai respons terhadap kebutuhan untuk menyelaraskan visi politik militer dengan agenda nasional yang dicanangkan oleh pemimpin tertinggi China tersebut.
Dalam upacara pembukaan, Presiden Xi Jinping memberikan pengarahan khusus yang menekankan pentingnya peran perwira utama, terutama kader senior, dalam menjaga integritas organisasi. Ia menuntut agar para pemimpin militer menjadi teladan dalam membangun atmosfer keterbukaan, di mana kejujuran dalam memberikan masukan dan keberanian untuk melawan tindakan menyimpang menjadi budaya kerja utama di setiap unit militer.
Stasiun televisi pemerintah, CCTV, menayangkan cuplikan upacara tersebut yang dihadiri oleh ratusan perwira dari berbagai departemen dan kesatuan PLA. Di antara peserta yang hadir, tampak jajaran jenderal, letnan jenderal, hingga mayor jenderal. Kehadiran para petinggi militer ini menunjukkan keseriusan pihak otoritas dalam memastikan bahwa doktrin partai meresap hingga ke level strategis tertinggi dalam hierarki komando militer China.
Meski demikian, tidak semua pejabat yang hadir diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian program selama 10 minggu. Menteri Pertahanan China, Dong Jun, yang terlihat duduk di barisan depan saat pidato Presiden Xi, diketahui tetap menjalankan tugas kenegaraan lainnya, termasuk kunjungan kerja ke Afrika Selatan yang berlangsung awal bulan ini. Hal ini mengindikasikan adanya fleksibilitas dalam struktur pelatihan bagi mereka yang memiliki tanggung jawab operasional mendesak di luar negeri.
Selama mengikuti kamp, para peserta menjalani rutinitas yang ketat setiap harinya. Berdasarkan laporan PLA Daily, kegiatan dimulai dengan latihan fisik pagi, praktik formasi baris-berbaris dasar, hingga pengucapan sumpah setia kepada Partai Komunis China. Selain itu, para perwira juga diwajibkan menyanyikan lagu-lagu bertema disiplin militer sebagai bagian dari upaya internalisasi nilai-nilai kepartaian di dalam lingkungan militer yang semakin ketat pengawasannya.