Seorang dokter spesialis anak asal Malaysia yang berbasis di Perth, Australia, kini harus menghadapi proses hukum serius setelah didakwa atas 33 tuduhan terkait pelecehan seksual terhadap anak dan kepemilikan materi eksploitasi anak. Kasus ini telah memicu perhatian luas di Australia karena melibatkan dugaan penyalahgunaan profesi medis terhadap beberapa korban anak di bawah umur.
Terdakwa bernama Saw Chia Liang, berusia 41 tahun, saat ini masih mendekam dalam tahanan setelah menjalani persidangan di Pengadilan Magistrat Perth pada Jumat lalu. Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut menambahkan 31 dakwaan baru terhadap dirinya, yang memperluas cakupan investigasi yang sebelumnya telah dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.
Berdasarkan dokumen pengadilan, tuduhan terhadap Saw meliputi tindakan seksual persisten terhadap anak di bawah usia 16 tahun, produksi dan kepemilikan materi eksploitasi anak, serta perekaman tindakan tidak senonoh terhadap anak di bawah usia 13 tahun. Seluruh dugaan tindak pidana ini dilaporkan terjadi di Perth dalam rentang waktu antara November 2022 hingga Mei tahun ini.
Juru bicara pengadilan di Australia Barat menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada permohonan penangguhan penahanan yang diajukan oleh pihak terdakwa. Sidang lanjutan terkait penentuan status penahanan atau jaminan dijadwalkan akan kembali digelar pada Selasa mendatang, yang akan menjadi penentu apakah Saw akan tetap ditahan selama proses persidangan berlangsung.
Laporan dari lembaga penyiaran publik ABC mengungkapkan fakta yang mengejutkan bahwa aksi kriminal tersebut diduga direkam menggunakan kamera tersembunyi yang ditempatkan di ruang konsultasi medis. Jaksa penuntut dalam persidangan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi sedikitnya delapan hingga sembilan korban yang terdampak oleh perbuatan terdakwa.
Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan tenaga medis asal Malaysia dalam tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di luar negeri. Sebelumnya, insiden serupa juga pernah mencuat, di mana seorang psikiater anak asal Malaysia dijatuhi hukuman penjara di Irlandia pada tahun 2024, serta seorang dokter lainnya yang divonis bersalah di Australia pada tahun lalu, yang memicu diskusi mengenai integritas dan pengawasan profesional kesehatan lintas negara.