MONTERREY, Meksiko – Harapan tim nasional Korea Selatan untuk melaju lebih jauh di ajang Piala Dunia kini berada di ujung tanduk setelah menelan kekalahan mengecewakan 1-0 atas Afrika Selatan pada Rabu (24/6). Pelatih kepala Korea Selatan, Hong Myung-bo, secara terbuka menyatakan tanggung jawab penuh atas hasil negatif yang memicu kritik tajam dari berbagai pihak.
Keputusan taktis Hong menjadi sorotan utama dalam pertandingan krusial di Monterrey tersebut. Secara mengejutkan, ia memutuskan untuk mencadangkan megabintang Son Heung-min dari daftar pemain inti. Keputusan ini dinilai banyak pengamat sebagai perjudian besar yang justru berbalik merugikan tim saat mereka membutuhkan kemenangan mutlak untuk mengamankan posisi di klasemen.
Sejatinya, Korea Selatan mengawali laga dengan performa yang cukup menjanjikan. Namun, seiring berjalannya waktu, Afrika Selatan justru tampil lebih dominan, kreatif, dan tajam dalam melakukan serangan balik. Puncaknya, gol tunggal Thapelo Maseko pada babak kedua menjadi penentu yang memastikan kekalahan Taeguk Warriors di tanah Meksiko.
Hasil ini merupakan kemunduran drastis bagi Korea Selatan. Mengingat performa impresif mereka di laga pembuka saat menaklukkan Republik Ceko dengan skor 2-1, banyak pihak yang sempat memprediksi tim ini akan melenggang mulus ke babak 32 besar. Namun, kekalahan tipis 1-0 dari tuan rumah Meksiko sebelumnya telah memberikan tekanan psikologis yang cukup berat bagi skuad asuhan Hong.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Hong Myung-bo tidak mencoba mencari alasan atas kegagalan timnya. Ia menegaskan bahwa segala keputusan strategis, termasuk pemilihan pemain dan skema permainan, adalah tanggung jawab pribadinya. Ia mengakui telah membuat keputusan yang salah, yang pada akhirnya berdampak pada hasil buruk di lapangan.
Menanggapi absennya Son Heung-min di babak pertama, Hong menjelaskan bahwa ia memiliki rencana untuk memasukkan sang kapten saat lawan mulai kelelahan guna memanfaatkan celah di pertahanan lawan. Sayangnya, skenario tersebut gagal terealisasi sesuai rencana. Meski peluang kini sangat tipis, Korea Selatan masih memiliki secercah harapan untuk lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik, bergantung pada hasil pertandingan grup lainnya.