Internasional

Kapal China Bayangi Latihan Gabungan AS-Filipina di Laut China Selatan

Kapal China Bayangi Latihan Gabungan AS-Filipina di Laut China Selatan

Ringkasan

  • Kapal perang dan penjaga pantai China membayangi latihan maritim gabungan AS-Filipina di dekat Scarborough Shoal, memicu ketegangan di Laut China Selatan.

Ketegangan di Laut China Selatan kembali memanas setelah Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengerahkan sejumlah kapal dan pesawat tempur ke wilayah perairan tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas latihan maritim gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Filipina di sekitar kawasan Scarborough Shoal pada akhir pekan lalu.

Pernyataan resmi dari pihak PLA muncul sehari setelah Manila melaporkan adanya kehadiran empat kapal China yang terus memantau pergerakan latihan maritim AS-Filipina. Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di wilayah perairan yang disengketakan tersebut, mengingat insiden serupa sempat terjadi pekan lalu di dekat atol yang sama.

Berdasarkan laporan dari media Filipina, ABS-CBN, satu kapal fregat rudal berpemandu milik Angkatan Laut China dengan nomor lambung 555, didampingi oleh tiga kapal penjaga pantai, terus membayangi jalannya kegiatan kerja sama maritim bilateral (BMCA). Aksi pembayangan ini dilakukan dalam jarak sekitar 50 mil laut atau 93 kilometer dari Scarborough Shoal.

Latihan gabungan tersebut melibatkan aset penting dari kedua negara. Angkatan Laut Filipina mengerahkan BRP Antonio Luna, sementara penjaga pantai Filipina menurunkan BRP Melchora Aquino dan BRP Capones. Dari pihak Amerika Serikat, kapal USCGC Charles Moulthrope dan USCGC Emlen Tunnell turut berpartisipasi aktif dalam simulasi maritim yang berlangsung selama dua hari dari Sabtu hingga Minggu.

Situasi di Scarborough Shoal menjadi titik krusial dalam diplomasi kawasan. Pengerahan aset militer oleh China di tengah latihan sekutu menunjukkan sikap tegas Beijing dalam mempertahankan klaim teritorialnya yang tumpang tindih dengan Filipina, serta upaya mereka untuk menekan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kontak fisik atau konfrontasi bersenjata yang membahayakan kru di lapangan. Namun, pola pembayangan yang dilakukan secara konsisten oleh kapal-kapal China menciptakan dinamika keamanan yang tidak stabil di Laut China Selatan, yang berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut jika terjadi salah komunikasi antar pihak di perairan sengketa tersebut.

Mengapa Ini Penting

Eskalasi di Laut China Selatan berdampak langsung pada stabilitas jalur perdagangan logistik global yang krusial bagi ekonomi Indonesia. Selain itu, peningkatan kehadiran militer di perairan sekitar dapat memengaruhi dinamika keamanan regional ASEAN dan menuntut kebijakan luar negeri yang lebih adaptif dalam menjaga kedaulatan serta stabilitas kawasan.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
29 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit