Sebuah kapal kargo berbendera Singapura dilaporkan mengalami insiden keamanan saat melintasi jalur perairan strategis Selat Hormuz pada hari Kamis. Berdasarkan pernyataan resmi dari United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), badan keamanan maritim Inggris, kapal tersebut diduga menjadi sasaran serangan proyektil yang tidak teridentifikasi saat berada di dekat pesisir Oman.
Dalam laporan awal yang dirilis, UKMTO menjelaskan bahwa proyektil tersebut menghantam sisi kanan kapal dan mengakibatkan kerusakan pada bagian anjungan kapal atau bridge. Beruntung, nakhoda kapal mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam insiden ini, serta tidak ditemukan dampak pencemaran lingkungan akibat serangan tersebut.
Insiden ini terjadi pada koordinat 7,5 mil laut di tenggara pelabuhan Dahit, Oman. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan jenis proyektil yang digunakan serta pihak yang bertanggung jawab atas tindakan agresif tersebut di jalur pelayaran internasional yang krusial ini.
Sumber keamanan maritim lainnya memberikan spekulasi bahwa serangan tersebut kemungkinan besar dilakukan menggunakan drone. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada kelompok atau pihak negara tertentu yang mengaku bertanggung jawab atau memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan mereka dalam serangan terhadap kapal kargo tersebut.
Peristiwa ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah otoritas Iran mengeluarkan peringatan keras kepada kapal-kapal asing untuk tidak melintasi Selat Hormuz tanpa izin eksplisit dari Teheran. Ketegangan di wilayah tersebut memang sedang meningkat sejak konflik di kawasan itu memanas pada akhir Februari lalu.
Saat ini, Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah naungan PBB tengah berupaya memberikan bantuan teknis dan koordinasi agar ratusan kapal kargo yang sempat terjebak di kawasan Teluk dapat segera keluar dengan selamat. Situasi keamanan maritim di Timur Tengah terus dipantau ketat oleh berbagai negara mengingat dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas logistik dan rantai pasok energi global.