Venezuela tengah berduka setelah dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang wilayah utara negara tersebut pada Rabu malam. Menurut data terbaru yang disampaikan oleh Ketua Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, sedikitnya 188 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 1.520 orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat bahwa gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya berselang satu menit di antara keduanya. Getaran hebat ini menyebabkan banyak bangunan mengalami keretakan parah hingga ambruk total, memicu kepanikan massal di kalangan penduduk yang terpaksa melarikan diri ke jalanan untuk menyelamatkan diri.
Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi di negara bagian La Guaira, utara Caracas. Di lokasi tersebut, warga yang selamat berupaya melakukan evakuasi mandiri dengan peralatan seadanya di tengah minimnya bantuan profesional. Suara jeritan dan panggilan dari korban yang terjebak di balik reruntuhan beton memenuhi suasana, menciptakan pemandangan yang memilukan di tengah kegelapan akibat pemadaman listrik total.
Salah satu warga, Antonio Bermudez, menceritakan keputusasaan saat mencoba menyelamatkan kerabatnya yang terjebak di lantai 11 sebuah gedung yang runtuh. Tanpa alat berat atau bantuan profesional, upaya penyelamatan menjadi sangat terbatas. Kondisi serupa dialami banyak keluarga lain yang masih berjuang menyelamatkan anggota keluarga mereka yang tertimbun di bawah tumpukan beton.
Pemerintah Venezuela telah menetapkan La Guaira sebagai zona bencana, dan Penjabat Presiden Delcy Rodriguez telah meninjau langsung lokasi terdampak. Namun, upaya bantuan menghadapi hambatan besar karena bandara internasional di La Guaira mengalami kerusakan serius dan harus ditutup, sehingga menyulitkan akses logistik dan masuknya tim penyelamat dari luar negeri.
Komunitas internasional segera merespons musibah ini dengan menawarkan bantuan kemanusiaan dan tim penyelamat ahli, termasuk dari Swiss, Spanyol, Prancis, Portugal, hingga Meksiko. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan bahwa tragedi ini merupakan gempa terkuat yang pernah melanda Venezuela dalam 126 tahun terakhir, sehingga membutuhkan koordinasi bantuan global yang masif.