Tim nasional Prancis berambisi mengamankan posisi puncak Grup I saat menghadapi Norwegia pada laga penentuan fase grup Piala Dunia hari Jumat mendatang. Asisten pelatih, Guy Stephan, mengungkapkan bahwa target utama tim adalah menghindari skenario perjalanan jauh yang melelahkan dari markas mereka di Boston.
Dalam sesi konferensi pers yang berlangsung pada Kamis, Stephan hadir menggantikan pelatih kepala Didier Deschamps. Deschamps diketahui tengah kembali ke Prancis untuk menghadiri prosesi pemakaman ibundanya. Kehadiran Stephan menjadi representasi komitmen tim di tengah situasi duka yang menyelimuti sang manajer.
Terkait kondisi skuad, Stephan mengonfirmasi bahwa bek tengah William Saliba dipastikan absen dalam laga kontra Norwegia. Selain itu, penyerang Marcus Thuram dilaporkan mengalami masalah pada otot betisnya, yang membuat partisipasinya masih dalam pemantauan tim medis hingga saat-saat terakhir.
Stephan menekankan pentingnya raihan enam poin yang telah dikumpulkan Prancis dari dua pertandingan awal. Menurutnya, keberhasilan lolos lebih awal ke fase gugur merupakan capaian yang membanggakan, namun upaya finis sebagai juara grup tetap menjadi prioritas utama demi alasan logistik yang lebih efisien.
Jika Prancis berhasil menempati posisi pertama, mereka berhak tetap bermarkas di wilayah Timur Laut Amerika Serikat hingga babak perempat final. Sebaliknya, posisi kedua akan memaksa tim untuk menempuh perjalanan jarak jauh ke kota-kota seperti Dallas, Miami, dan Atlanta, yang juga memiliki tantangan suhu udara berbeda.
Di sisi lain, Stephan tetap menjaga komunikasi dengan Deschamps melalui sambungan telepon, meski ia memperkirakan intensitas komunikasi akan berkurang pada hari Jumat untuk menghormati prosesi pemakaman. Prancis hanya membutuhkan hasil imbang melawan Norwegia untuk mengunci posisi puncak berkat keunggulan selisih gol, sekaligus memastikan kenyamanan tim selama sisa turnamen.