Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara resmi menutup kegiatan Pendidikan Latihan Dasar Nasional (Diklatsarnas) Komando Pusat Brigade Persatuan Islam (Persis) yang berlangsung di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, pada Senin (2/3/2026). Dalam arahannya, Kapolri menekankan bahwa nilai persatuan dan kesatuan bangsa merupakan fondasi utama yang harus dijaga untuk memastikan stabilitas keamanan serta menyukseskan program-program strategis pemerintah di masa depan.
Dalam pidatonya, Kapolri mengajak seluruh anggota Brigade Persis untuk bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, kolaborasi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan iklim kondusif di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Sinergitas ini dipandang vital demi memastikan pembangunan nasional berjalan tanpa hambatan dari perpecahan internal.
Selain aspek keamanan, Kapolri juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan Brigade Persis. Mengingat Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi, penguatan kompetensi individu menjadi hal yang krusial agar bangsa ini mampu bersaing di kancah global. Peningkatan kualitas SDM ini diproyeksikan sebagai langkah konkret untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang telah dicanangkan pemerintah.
Di era digital yang penuh dengan tantangan informasi, Kapolri secara khusus meminta Brigade Persis untuk menjadi garda terdepan dalam literasi digital. Ia menekankan bahwa masyarakat harus cerdas dalam memilah informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Peran aktif organisasi masyarakat diharapkan mampu memberikan edukasi bagi publik dalam menyaring konten di ruang siber.
Lebih lanjut, Jenderal Listyo Sigit menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan sinergi antara institusi kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Acara penutupan tersebut ditandai dengan prosesi sakral berupa pengucapan janji dan sumpah oleh seluruh peserta Diklatsarnas. Kapolri kemudian menutup rangkaian kegiatan secara simbolis dengan mengetuk palu sebanyak tiga kali di podium utama. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal bagi para anggota Brigade Persis untuk mengabdi kepada bangsa dengan semangat kerukunan dan integritas yang tinggi.