Berita

Katseye Mundur dari Festival Olivia Rodrigo Usai Megan Cedera Pergelangan Kaki

Ringkasan

  • Girl group Katseye batal tampil di festival Daisy Chain Fields milik Olivia Rodrigo di Irvine, California, Sabtu (29/8) setelah Megan Skiendiel cedera pergélangan kaki saat latihan tur.

Girl group global Katseye resmi menarik diri dari penampilan di festival perdana Daisy Chain Fields yang diselenggarakan Olivia Rodrigo di Great Park, Irvine, California, Sabtu (29/8) waktu setempat. Keputusan itu diambil setelah Megan Skiendiel, salah satu personel, mengalami kecelakaan pergélangan kaki selama latihan tur seharian sebelumnya. Pemeriksaan medis menyarankan agar ia menjauhi aktivitas fisik berat demi pemulihan penuh sebelum jadwal tur mendatang berlangsung.

Sebagai pengganti, penyanyi solo asal Amerika, Devon Again, dijadwalkan mengisi slot pukul 13.05 hingga 13.35 Waktu Pasifik di Dandelion Stage. Sementara itu, penampilan Santigold yang semula dijadwalkan lebih awal digeser ke pukul 14.15 hingga 14.45 Waktu Pasifik — slot yang awalnya diperuntukkan bagi Katseye. Perubahan jadwal ini diumumkan melalui pernyataan resmi grup serta laman festival.

Mundurnya Katseye menambah deretan dinamika di balik layar festival bintang-bintang ini. Daisy Chain Fields menghadirkan lineup berat seperti Chappell Roan, Doechii, Mitski, Bikini Kill, Garbage, dan The Breeders. Tamu istimewa meliputi Stevie Nicks, Sarah McLachlan, dan Karen O. Kehadiran Devon Again sebagai pengganti mendadak menambah warna baru pada panggung yang sudah dipenuhi generasi musisi wanita ikonik.

Kecelakaan Megan bukan pertama kali mengganggu aktivitas grup. Pada 2024 silam, ia sempat mundur sementara akibat cedera punggung. Pengalaman itu justru membuatnya lebih empati saat rekan satu tim — Sophia Laforteza dan Manon Bannerman — masing-masing mengambil jeda untuk memprioritaskan kesehatan mental. Kedua personel itu hingga kini belum kembali ke formasi penuh.

Dalam wawancara dengan majalah People, Megan membuka suara soal perjuangan kesehatan mental yang dihadapinya. "Aku selalu berjuang dengan kesehatan mental dan segala hal di sekitarnya," ujarnya. Ia mengakui sistem dukungan dari rekan-rekan grup menjadi pilar utama pemulihannya. "Aku tipe orang yang sangat terbuka, tapi sering dianggap terlalu banyak. Tapi gadis-gadis ini tidak pernah membuatku merasa berlebihan," tambah Megan.

Terapi rutin juga ia sebut sebagai penyeimbang emosional. "Sangat membantu bisa mengeluarkan perasaan daripada menahannya. Itu pelajaran terbesar bagiku," tuturnya. Keterbukaan soal terapi dan kesehatan mental dari idola global seperti Megan dinilai langkah progresif di industri hiburan yang kerap menutupi sisi kerapuhan artis.

Documenter "Wild Hearts" yang dirilis musim panas ini merekam momen Megan di masa hiatus cedera punggung. "Saat itu aku sakit punggung, dan sulit melihat gadis-gadis lain tampil tanpa aku," kenangnya. Kenangan itu kini jadi landasan sikapnya saat rekan lain butuh istirahat — tidak ada tekanan, hanya ruang untuk pulih.

Mundurnya Katseye dari festival skala besar ini menimbulkan pertanyaan soal jadwal promosi album debut mereka, "SIS (Soft Is Strong)", yang dirilis Agustus lalu. Grup yang dibentuk lewat program survival "Dream Academy" di bawah HYBE x Geffen Records memang sedang naik daun. Namun, kesejahteraan personel kini jadi prioritas utama manajemen — langkah yang jarang terlihat di era K-pop klasik yang menuntut performa terus-menerus.

Bagi penggemar Indonesia, kasus ini jadi pengingat bahwa industri musik global mulai bergeser ke model yang lebih humanis. Popularitas girl group internasional di Tanah Air tinggi, tapi narasi kesehatan mental masih minim dibahas di media lokal. Keberanian Megan berbicara terbuka bisa jadi katalisator diskusi sehat di kalangan fandom dan pelaku industri di dalam negeri.

Langkah selanjutnya bagi Katseye adalah memastikan Megan pulih sepenuhnya sebelum tur dunia berlangsung. Manajemen belum mengumumkan jadwal pasti kembalinya, tapi menegaskan fokus pada "kesehatan jangka panjang" personel. Sementara itu, Devon Again memperoleh panggung emas untuk memperkenalkan dirinya ke khalayak lebih luas — peluang yang tak terduga dari keberangkatan satu grup.

Festival Daisy Chain Fields sendiri tetap berlangsung penuh semangat. Olivia Rodrigo sebagai tuan rumah tampil memimpin lineup yang merayakan kekuatan suara perempuan lintas generasi. Kehadiran Stevie Nicks dan Karen O sebagai tamu istimewa menegaskan festival ini bukan sekadar konser, tapi perayaan warisan musik wanita — dengan atau tanpa Katseye di panggungnya.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menandakan pergeseran paradigma di industri musik global: kesejahteraan artis mulai diprioritaskan di atas jadwal komersial. Bagi industri Indonesia yang sering meniru model K-pop klasik, keberanian Megan berbicara soal terapi dan cedera jadi teladan manajemen yang lebih berkelanjutan. Penggemar lokal juga belajar bahwa idola mereka manusia — bukan mesin hiburan yang tak kenal lelah.

Sumber Asli
Channel NewsAsia
Tanggal
29 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit